BEKASIMEDIA.COM – Tim Jamkesnews pada Selasa siang (29/08) berkesempatan berbincang dengan Agung (24). Ia yang merupakan salah satu generasi muda yang telah terdaftar dan mengenal Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebelumnya Agung terdaftar dalam tanggungan oleh orang tuanya yang terdaftar dalam Program JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Namun dikarenakan dirinya sudah bekerja maka saat ini sudah dialihkan menjadi peserta yang didaftarkan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa sejak terdaftar dalam Program JKN, sudah beberapa kali merasakan manfaatnya bahkan sampai menjalani operasi pun pernah dilaluinya.
“Saya sudah beberapa kali menggunakan kartu ini dan untuk manfaatnya saya sendiri sudah beberapa kali merasakan manfaat yang luar biasa, bahkan sampai menjalani operasi yang dijamin oleh program ini pun pernah. Alhamdulillah semuanya tidak ada kendala sama sekali dan tidak ada iur biaya juga. Sebelumnya saya masuk ke dalam tanggungan orang tua, namun setelah lulus saya diterima bekerja sehingga oleh perusahaan dialihkan kedalam tanggungan perusahaan dengan iuran 1 persen, yang dipotong dari gaji saya. Menurut saya iurannya terbilang ringan, apalagi untuk sektor pekerja iuran tersebut sudah bisa untuk menjamin 1 keluarga yang tediri dari pekerja, suami atau istri, hingga anak ketiga,” jelas Agung.
Meskipun hingga saat ini ia belum pernah mengalami kendala, namun ia mengapresiasi program kesehatan ini. Menurutnya, Program JKN ini menjadi penolong bagi masyarakat pada umumnya ketika sakit dan membutuhkan penjaminan, meskipun begitu, ia tak mengharapkan akan sakit. Ia percaya, walaupun ia tidak sakit, iurannya akan membantu peserta yang sedang sakit, sebagaimana asas gotong royong semua tertolong.
“Pernah beberapa kali saya pakai untuk berobat ke klinik tempat saya terdaftar, ke rumah sakit juga pernah. Saya dan keluarga selalu mengusahakan hidup sehat, namun disaat kami akhirnya harus sakit maka saya sudah punya kartu JKN. Waktu itu ada keluarga saya pernah menggunakan kartu JKN ini sampai harus dirawat ke rumah sakit, alhamdulillah tertolong dan tidak ada biaya yang kami keluarkan. Karena iuran saya sudah dipotong dari perusahaan semoga ini akan menjadi lahan ibadah membantu sesama dan Insya Allah menjadi pahala untuk saya dan keluarga nanti,” ujar Agung kepada tim Jamkesnews.
Tak menampik, Agung juga memahami kebiasaan masyarakat yang mendaftar sebagai Peserta Program JKN apabila hendak berobat saja. Ketika sudah berobat, tidak lagi membayar iuran. Melihat kebiasaan ini, Agung menyampaikan agar masyarakat mendaftar selagi sehat dan tetap rutin membayar iuran walaupun belum menggunakan, karena pendapatnya bahwa Program JKN harus terus berjalan untuk membantu masyarakat.
“Memang sepengetahuan saya ada beberapa orang yang belum terdaftar, atau sudah punya tetapi menunggak iurannya, nanti saat membutuhkan pengobatan yang mahal baru dibayar tunggakannya biar dijamin. Masyarakat seharusnya bersyukur dan rajin bayar iuran, karena namanya konsep jaminan kesehatan ya kita bayar iuran. Seharusnya masyarakat paham bahwa iuran kita dikumpulkan untuk membantu masyarakat yang berobat saat itu, sama halnya saat kita berobat maka seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mengobati kita ditanggung oleh peserta lainnya, jadi saling bantu. Kalau semuanya menunggak bagaimana program ini mau jalan membantu masyarakat, jadi untuk manfaatnya dapat dirasakan apabila sakit dan mengakses fasilitas kesehatan. Tapi namanya sakit siapa yang tau, jadi sebisa mungkin untuk menjaga pola hidup sehat. Mau bagaimana juga lebih enak hidup sehat daripada harus menderita sakit,” tutupnya. (BS/pm)











