BEKASIMEDIA.COM – Memasuki 1 dekade berjalannya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sudah lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia sudah terdaftar kedalam program ini. Iuran yang terjangkau membuat masyarakat Indonesia diharapkan bisa memiliki jaminan kesehatan. Namun tak dipungkiri masih banyak masyarakat yang tidak mampu untuk membayar iuran, oleh karena itu dalam program ini juga ada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik melalui dana APBN atau APBD. Sehingga harapannya seluruh masyarakat Indonesia terlindungi kesehatannya sehingga dapat menunjang perekonomian bangsa Indonesia kedepannya.
Salah satu peserta Program JKN, Hana mengaku tenang telah menjadi peserta JKN. Menurutnya program ini dibentuk pemerintah sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di sektor kesehatan. Selain meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, negara juga menginginkan masyarakatnya memiliki jaminan kesehatan. Kesehatan merupakan hal pokok atau penting yang harus diperhatikan, sehingga dengan Program JKN, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir memikirkan lagi mengenai biaya mahal saat berobat di fasilitas kesehatan nantinya.
“Program JKN ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia, yaitu untuk mendapatkan kepastian pelayanan kesehatan. Selain untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, perbaikan di fasilitas kesehatan juga ikut meningkat dikarenakan saat ini masyarakat dengan mudah dapat mengakses fasilitas kesehatan. Asalkan kita mengikuti sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, kita pasti dapat dilayani dengan baik, nyaman dan tidak akan ada iur biaya sedikitpun yang harus dikeluarkan. Kemudian setelah adanya Program JKN ini semakin banyak klinik baru yang didirikan kemudian rumah sakit juga semakin bertambah, rumah sakit yang sudah lama juga terlihat lebih bagus karena berbenah, jadi memang Program JKN ini memiliki dampak yang luar biasa sekali di masyarakat tidak cuma penjaminan saja tetapi fasilitas kesehatan juga harus berbenah,” ujar Hana.
Hana juga menyampaikan kepada semua yang belum mendaftar menjadi peserta Program JKN agar segera mendaftar agar saat mengakses fasilitas kesehatan tidak dikenakan biaya. Serta selalu menjaga kesehatan seperti keluar memakai masker, sering mencuci tangan, dan makan makanan yang sehat sebagai bentuk upaya mencegah tertular penyakit yang kapan saja bisa menyerang.
“Sejak saya dan keluarga terdaftar sebagai peserta JKN, saya merasa aman karena telah memiliki perlindungan kesehatan apabila terjadi sesuatu dengan keluarga saya nantinya. Apalagi di zaman pandemi seperti kemarin, kemudian saat ini khawatirnya banyak penyakit baru dan mudah menyerang. Dengan begitu protokol kesehatan harus tetap harus diutamakan walaupun sudah tidak pandemi. Selain hidup sehat dengan makan makanan bergizi, dan juga rutin olahraga agar tubuh tidak mudah terserang penyakit,” ungkapnya.
Menurutnya masyarakat Indonesia setelah pandemi ini mulai terbiasa menerapkan hidup sehat, peduli akan kesehatan diri sendiri dan orang lain menjadi kebiasaan baru. Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa memang sakit merupakan pemberian yang kuasa namun sebisa mungkin kita tetap sehat, karena menurutnya mencegah lebih baik daripada mengobati. Pada akhir pembicaraan, Hana mengatakan sudah sepatutnya masyarakat mendukung Program JKN ini agar terus berlangsung dan berkelanjutan demi Indonesia yang lebih sehat lagi kedepannya.
“Sekarang ini masyarakat lebih concern masalah kesehatan, tidak menyepelekan gejala-gejala penyakit, belajar dari pengalaman kemarin. Untuk Program JKN kedepannya saya berharap bisa lebih baik lagi pengelolaannya karena tidak dipungkiri masih banyak masyarakat yang terkadang tidak terinfo perkembangan terbaru, apalagi yang memang jarang menggunakan atau alhamdulillah sehat terus, jadi saat ke fasilitas kesehatan terkadang sudah ada perubahan jadi tidak update,” tutupnya. (BS/pm)











