BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 14 Nov 2022 20:59 WIB ·

Daftar Program JKN-KIS Bikin Rasa Khawatir Hilang


 Daftar Program JKN-KIS Bikin Rasa Khawatir Hilang Perbesar

BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews,- Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah berjalan sejak tahun 2014. Masyarakat yang telah terdaftar dalam program ini juga sudah mencapai lebih dari 220 juta masyarakat Indonesia. Sri Wahyuningsih (51) merupakan salah satu dari masyarakat Indonesia yang sudah terdaftar dalam Program JKN-KIS dalam segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 2.
Sehari –hari Sri selain sebagai ibu rumah tangga dirinya juga seorang wiraswasta. Sadar akan biaya kesehatan yang semakin meningkat, membuat dirinya mendaftar bersama seluruh anggota keluarganya kedalam Program JKN-KIS.
Walaupun kepada Tim Jamkesnews dirinya bercerita bahwa sampai dengan saat ini belum pernah menggunakan untuk berobat, sejak terdaftar dirinya belum pernah menggunakan karena selalu diberikan kesehatan dan kemudahan.

“Jaman sekarang yang apa-apa mahal, biaya kesehatan makin mahal, paling andalannya obat warung, kalau 2 hari ga sembuh baru berobat, itupun harus liat keuangan dompet dulu, ada atau ga. Oleh karena itu saya dan keluarga mendaftar Program JKN-KIS agar memiliki jaminan kesehatan. Setidaknya walaupun sampai saat ini alhamdulillah diberikan kesehatan selalu, belum pernah menggunakan dari awal punya tetapi sekarang bisa lebih tenang apabila sakit ya bisa segera berobat,” jelasnya.

Namun walaupun dirinya belum pernah menggunakan Program JKN-KIS dalam mengakses fasilitas kesehatan, ia menceritakan bahwa ia merasakan saat ini dalam dirinya berkurang rasa khawatir mengenai pembiayaan pengobatan nantinya jika memang benar-benar pada saat dibutuhkan nanti. Menurutnya lebih baik berjaga-jaga dibandingkan kesusahan nantinya saat membutuhkan. Dirinya juga memahami iuran yang dirinya bayarkan bisa membantu peserta lain yang membutuhkan pelayanan pengobatan di fasilitas kesehatan.

“Perbedaan pada saat saya sudah terdaftar menjadi peserta Program JKN-KIS dengan sebelum memiliki jaminan kesehatan paling berasa ialah rasa kekhawatiran yang berkurang karena kita sudah tenang saat ini, tinggal memastikan jangan lupa bayar iuran agar kartu selalu aktif. Saya juga tidak merasa rugi membayar namun belum menggunakan, alhamdulillah saya diberikan kesehatan selalu, iuran saya juga bisa berguna bagi peserta lain yang membutuhkan pengobatan, nanti saat saya berobat juga saya dibantu oleh iuran peserta lainnya, saling gotong royong, “ tutupnya. (VM/pm)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru