Ilustrasi: istockphoto/photostorm
BEKASIMEDIA.COM – Terkait dengan maraknya kasus gagal ginjal akut yang saat ini sedang terjadi di Indonesia menimbulkan kekhawatiran para Orangtua akan asupan obat yang diberikan kepada anak-anak. Penyakit misterius yang telah merenggut nyawa puluhan calon generasi penerus bangsa akhirnya membuat dunia medis kembali harus sigap berbenah agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari. Hal tersebut dikatakan anggota DPRD kota Bekasi, Daradjat Kardono saat dihubungi, Jumat (21/10/2022).
“Apresiasi diberikan kepada pemerintah dalam hal ini Kemenkes, BPOM, dan lain sebagainya yang dengan sigap secara seksama telah melakukan investigasi untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini, termasuk Surat Edaran yang dikeluarkan dari pihak Pemkot Kota Bekasi no 440/6727/Dinkes Set tertanggal 21 Oktober 2022,” jelasnya.
Meskipun hingga saat ini belum mencapai kesimpulan yang utuh tentang penyebab utama kasus ini, beberapa symptom maupun hipotesa sebab masalah sudah mulai terkuak seperti berlebihnya kadar kandungan Ethylene Glycol dan Diethylene Glycol yang ditemukan dan dikonsumsi oleh para korban yakni dalam beberapa obat sirup yang kerap dikonsumsi oleh kalangan anak-anak. Serta khususnya saat mereka menderita sakit flu, demam seiring dengan kondisi cuaca hujan belakangan ini, yang disinyalir bisa berdampak terhadap gangguan fungsi ginjal akut serta dapat menimbulkan fatality dan kematian.
“Dengan diterbitkannya Surat Edaran yang dikeluarkan dari pihak Pemkot Kota Bekasi no 440/6727/Dinkes Set tertanggal 21 Oktober 2022 ini, maka langkah-langkah rencana tindakan maupun program preventif yang sudah disebutkan di dalamnya perlu dipastikan berjalan sebagaimana diharapkan,” katanya.
“Dinas terkait termasuk pihak inspektorat agar melakukan proses surveilance dan tidak tertutup kemungkinan melalui proses random sampling melakukan inspeksi ke puskesmas, rumah sakit maupun apotek dan toko obat agar mematuhi Surat Edaran tersebut untuk memastikan efektifitas proses mitigasi yang diperlukan,” tambahnya.
Meskipun saat ini di kota Bekasi belum dijumpai kasus tersebut, kata Daradjat kewaspadaan harus tetap diambil, serta edukasi kepada masyarakat termasuk dukungan tindakan preventif lainnya. Semua arahan dan koordinasi yang diperlukan dengan pihak-pihak lainnya yang relevan di tingkat nasional seperti: Kemenkes, BPOM dan lain-lain harus dipastikan berjalan dengan baik untuk mendukung efektifitas penanganan kasus ini secara nasional,” tukasnya.











