BEKASIMEDIA.COM – Bekasi, Jamkesnews,- Yogi (35) merupakan seorang pekerja milenial dan sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU). Bekerja sebagai marketing suatu perusahaan menuntut dirinya selalu sehat dan bugar dalam menjalani pekerjaan. Salah satunya ialah jaminan kesehatan, dan saat ini dirinya sudah didaftarkan beserta keluarga oleh perusahaan kedalam Program JKN kelas 1.
“Sakit merupakan hal yang tidak dapat diprediksi namun bisa dicegah, apalagi pekerjaan menuntut kita untuk selalu sehat dan siap saat dibutuhkan.
Bagusnya perusahaan juga memahami bahwa pekerjanya adalah aset yang harus dijaga kesehatanya, oleh karena itu saya dan sekeluarga sudah didaftarkan kedalam Program JKN kelas 1, sehingga saya bisa tenang bekerja,” ucapnya saat ditemui Tim Jamkesnews pada (29/09).
Yogi menceritakan bahwa masih ada beberapa rekannya yang masih belum menyadari pentingnya suatu jaminan kesehatan. Dirinya juga mengatakan bahwa yang belum terdaftar tersebut dikarenakan banyak faktornya.
Dirinya juga merasakan perbedaan sebelum dan sesudah setelah terdaftar sebagai peserta Program JKN. Masalah biaya menjadi salah satu perbedaan mendasar, sebelum terdaftar dirinya bercerita selalu was-was saat berobat, namun sekarang bisa kapan saja mengakses fasilitas kesehatan tanpa memikirkan biaya.
“Kesehatan merupakan kunci produktivitas menurut saya, karena apabila sakit akan menghambat produktivitas atau target di kerjaan, misalnya tidak masuk kerja 2 hari karena sakit akibatnya pekerjaan tertunda, ditambah lagi bayar pengobatan terus gajian masih lama, yasudah pasti kerjaan menumpuk dan bikin gak konsentrasi bekerja. Makanya beruntung yang sudah terdaftar, nggak mikirin lagi biaya berobat tinggal berobat saja,” jelasnya.
Yogi berharap, Program JKN dapat berlangsung dengan baik dan pelayanannya semakin memuaskan, sehingga makin banyak masyarakat yang bisa merasakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa dibeda-bedakan. Dirinya bercerita selama ini belum melihat kendala yang didapatkan selama mengakses fasilitas kesehatan, oleh sebab itu ia pun mengajak orang yang belum terdaftar agar segera mendaftarkan diri agar saat membutuhkan pengobatan tidak dibebankan dengan biaya yang tidak terduga.
“Sekarang sih saya alhamdulilah jadi tenang bila mendadak jatuh sakit. Iuran yang saya bayar biarlah menjadi amal saya membantu orang lain, semoga saya selalu diberikan kesehatan sehingga iuran saya bisa terus membantu orang lain. Oleh karena itu saya berpesan kepada masyarakat yang lain bahwa kita harus support program ini dan tidak lupa bahwa sehat itu mahal, jadi kita harus jaga baik-baik kesehatan kita,” tutup Yogi. (VM/pm)











