BEKASIMEDIA.COM – Bekasi, Jamkesnews – Saat ini jumlah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah mencapai lebih dari 220 juta jiwa dan Nuryanti (47) salah satu dari peserta tersebut. Saat ditemui oleh Tim Jamkesnews pada Kamis (06/10) Nuryanti bercerita bahwa dirinya menjadi Peserta Program JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah, lebih tepatnya istri dari seorang pekerja di salah satu perusahaan percetakan di Bekasi.
“Sejak terdaftar sebagai peserta Program JKN di tahun 2014, saya paham prinsip dari adanya program ini, oleh karena itu saya jadikan sebagai prioritas utama, walaupun sudah otomatis terpotong dari gaji suami namun saya tetap membayarkan untuk keluarga saya seperti orang tua dan adik,” ujarnya dengan penuh semangat.
Nuryanti menceritakan bahwa selama ini dirinya selalu mengingatkan orang-orang sekitar rumahnya untuk segera mendaftar bagi yang belum, atau membayar iuran bagi yang menunggak. Baginya sebagai ibu rumah tangga tentu mempunyai banyak waktu untuk bersosialisasi megenai hidup sehat kepada masyarakat sekitar rumahnya. Oleh karena itu dirinya mengaku banyak mengedukasi masyarakat agar selalu mamastikan kepesertaannya aktif.
“Saya beberapa kali menyampaikan agar kartunya dipastikan aktif kepada orang sekeliling saya, karena saya ingin tetangga saya memiliki jaminan kesehatan semua sehingga saat sakit tidak perlu sampai menguras tabungan apalagi menjual harta benda. Selain itu terapkanlah pola hidup sehat dengan olahraga dan makan makanan sehat agar tidak jatuh sakit sehingga Program JKN bisa berjalan sampai anak cucu,” tuturnya sambil bercanda.
Nuryanti berharap, Program JKN dapat berlangsung selamanya dan pelayannnya semakin baik, sehingga makin banyak masyarakat yang bisa merasakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa dibeda-bedakan. Dirinya juga menyarankan semua masyarakat segera mendaftar dan rajin bayar iuran karena merupakan perlindungan utama saat mengakses ke fasilitas kesehatan.
“Bagi masyarakat yang belum menjadi peserta Program JKN saya sarankan untuk segera mendaftar karena prosesnya cepat dan tidak ribet, apalagi sekarang sudah banyak rumah sakit dan klinik yang bekerja sama sehingga memudahkan masyarakat untuk berobat. Karena sakit ini datangnya secara tiba-tiba tanpa direncanakan, sehingga perlindungan kesehatan sangatlah penting, lagipula menurut saya iurannya sangat terjangkau,” kata Nuryanti sebagai penutup. (VM/pm)











