BEKASIMEDIA.COM – Bekasi, Jamkesnews,- Ferry Nurdianto (32) merupakan seorang pekerja teknisi, pada saat ditemui oleh Tim Jamkesnews pada Kamis (06/10) ia mengatakan bahwa ia sudah cukup lama terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai peserta Peserta Penerima Upah. Saat berbincang, dirinya senang sekali diberi kesempatan untuk mengutarakan mengenai pandangan nya terhadap Program JKN. Ia mengatakan bahwa banyak sekali masyarakat sekitarnya maupun dan keluarganya yang menggunakan JKN untuk pengobatan di FKTP ataupun FKTRL
“Udah cukup lama sih saya terdaftar, karena saya merasa bahwa sejak dulu mau ikut program jaminan kesehatan namun biayanya cukup mahal, belum lagi persyaratan dan benefitnya yang saya rasa tidak maksimal, beruntung program ini wajib bagi perusahaan mendaftarkan pekerjanya sehingga saya sekeluarga tercover. Saya sekeluarga apabila sakit pasti menggunakan ini. Alhamdulillah ga ada hambatan, semuanya lancar, tidak mengeluarkan biaya juga. Beberapa teman saya juga pernah menggunakan ini dan rata-rata puas dengan pelayanannya,” jabarnya.
Sambil menggebu-gebu dirinya mengapresiasi sistem gotong royong yang dianut oleh program ini, menurutnya karena dengan gotong royong maka jiwa persaudaraan dan toleransi di Indonesia bisa semakin kuat. Dirinya mengatakan bahwa sudah seharusnya seluruh masyarakat Indonesia mendaftar dan rajin bayar iuran. Lebih lanjut dirinya mengibaratkan bahwa Program JKN seperti jalan untuk beramal kepada sesama yang lebih membutuhkan, menurutnya apabila iurannya dipakai oleh orang lain yang membutuhkan pengobatan maka sangat tepat sekali karena benar-benar tersalurkan dan tepat sasaran.
“Seharusnya seluruh masyarakat Indonesia memahami prinsip gotong royong yang ada di program ini, bangsa kita sangat dikenal dengan sistem gotong royongnya, begitupun toleransinya. Misal tidak ada program ini kemudian ada tetangga kita yang ternyata butuh biaya berobat kemudian sampai harus jual harta benda, kita sebagai tetangganya masa tega membiarkan tetangga kita kesusahan. Namanya orang sakit sudah pasti butuh biaya, kemudian dicover oleh iuran kita maka mudah-mudahan menjadi berkah untuk kita, termasuk sebaliknya apabila saya yang dibantu oleh iuran masyarakat lainnya semoga berkah untuk mereka dan saya juga mengucapkan terima kasih untuk mereka,” tutupnya. (VM/pm)











