BEKASIMEDIA.COM – Jamkesnews – Pengalaman yang tak terlupakan dialami oleh Nuansa Swasti (27) berkaitan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Peserta yang sejak lama terdaftar di Program JKN ini sebelumnya pernah beberapa kali berobat menggunakan kartunya. Swasti menceritakan bahwa dahulu setelah tidak masuk kedalam tanggungan orang tua dirinya sempat mengalihkan ke peserta PBPU kemudian setelah diterima bekerja lalu dialihkan ke dalam tanggungan perusahaan.
“Sebelumnya masuk tanggungan orang tua sampe selesai kuliah, setelah itu karena saya tau bahwa harus dialihkan, maka saya mengalihkan ke yang bayar sendiri sambil menunggu dapat kerjaan, kemudian sekarang alhamdulillah sudah bekerja sehingga sudah masuk kedalam tanggungan perusahaan. Ini menjadi salah satu indikator dalam mencari pekerjaan, kantor mana yang memberikan benefit jaminan sosial, “ ungkap Kadek saat ditemui Tim Jamkesnews pada Kamis (22/09).
Saat ditanya alasannya mengapa tetap terdaftar aktif di Program JKN, Kadek menceritakan bahwa sebagai anak muda harusnya paham mengenai jaminan. Menurutnya jaminan itu penting, karena seseorang tidak akan tahu apa yang akan dialami kedepannya sehingga dengan adanya jaminan itu maka bisa lebih siap menghadapinya. Peranan keluarga dalam menanamkan hal-hal mengenai hal tersebut juga sangat penting.
“Saya cukup mengerti mengenai konsep jaminan, orang tua saya juga menanamkan hal-hal yang kurang lebih seperti ini. Dari dulu kita pasti diajarkan mengenai persiapan atau prepare terhadap hal-hal yang tidak kita duga, misal kita tahu suatu saat akan mengalami musibah sakit terus apa nih usaha kita buat jangan sampai sakit atau apabila sakit kita harus berbuat apa, nah dengan adanya Program JKN ini kan membuat kita punya jaminan apabila kita sakit jangan sampai membebani keuangan keluarga,“ lanjut Kadek.
Dirinya juga menceritakan pernah menggunakan untuk berobat dengan jaminan dari Program JKN. Kadek mendapatkan pelayanan yang sangat baik tanpa ada permasalahan sedikit pun. Ia hanya cukup rutin membayar iuran untuk memastikan kartunya selalu aktif. Bahkan saat itu dirinya sudah melalui proses autodebet yang menurutnya lebih memudahkan masyarakat sehingga tidak perlu kuatir tidak aktif.
“Pernah waktu itu pulang dinas luar kota yang cukup melelahkan, kemudian besoknya sakit, saya gunakan kartu ini dan yang saya rasakan cukup bagus tanpa kendala. Oiya terkait pembayaran autodebet saya sangat setuju sekali itu diterapkan, saya salah satu yang sudah melalui autodebet waktu masih peserta mandiri. Menurut saya lebih mudah dan pasti ya, ga perlu kuatir kartu tidak aktif karena lupa bayar, yang perlu dikuatirkan saldonya harus cukup, hehehe,” tutup Kadek sedikit bercanda. (VM/pm)











