BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews – Pada Selasa (22/03), Tim Jamkesnews berkesempatan berbincang dengan Ibu Hana, salah seorang ibu rumah tangga yang telah terdaftar di Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dirinya mengatakan bahwa program ini sangat penting sekali, suatu jaminan kesehatan yang dikelola pemerintah dan memberikan manfaat kesehatan mendasar bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Sangat penting sekali untuk kita ikut jadi peserta JKN-KIS ini, kalau sewaktu-waktu kita sakit, jadi ada jaminannya. Suatu hal yang mendasar di hidup seseorang ialah hidup sehat, dengan sehat kita bisa beraktivitas apapun, namun apabila sakit kemudian tidak memiliki uang, darimana kita bisa berobat untuk menyembuhkan sakit tersebut. Oleh karena itu fungsi dari suatu jaminan ialah disaat kita sakit, sudah tidak perlu memikirkan biayanya, karena sudah ada yang menanggung,” ujar Hana.
Gotong Royong, sesuatu hal yang sangat mendasar di masyarakat Indonesia sejak lama. Tanpa disadari bahwa negara ini berdiri karena sikap gotong royong yang sangat kuat di setiap lapisan masyarakat. Selain sifatnya saling gotong royong, juga sebagai antisipasi biaya berobat kedepannya, program ini menurutnya sebagai program amal. Karena tanpa sadar iuran yang sudah dibayarkan bisa digunakan untuk masyarakat lain yang sedang membutuhkan pengobatan.
“Program ini seperti program amal juga, contohnya begini kita bayar iuran kemudian belum sakit, tapi disaat itu ada seorang kepala keluarga yang membutuhkan pengobatan besar, kalau itung-itungan dari iuran dia sendiri aja belum nutup, tapi ada iuran saya dan masyarakat lain yang belum menggunakan iurannya untuk berobat, sehingga pengobatan dia bisa dijamin, bisa sembuh, bisa menafkahi keluarganya lagi, insya allah itu pahala buat kita,” lanjutnya.
Tak dipungkiri masih ada beberapa temannya yang tidak rajin bayar iuran atau bahkan belum terdaftar. Menurutnya hal tersebut yang merugikan dirinya sendiri, karena selain iurannya membengkak karena akumulasi, bisa juga malah tidak dijamin di fasilitas kesehatan karena kartunya tidak aktif. Dirinya menyayangkan hal seperti itu, karena namanya musibah dan sakit menurutnya tidak bisa diprediksi.
“Ada teman saya yang tidak rajin bayar, ada juga yang ketika sakit, barulah dia daftar jadi peserta JKN-KIS. Sedangkan yang saya tahu ada masa aktivasi 14 hari, nah udah sakitnya sekarang terus kartunya baru bisa dipake 2 minggu lagi malah akhirnya tidak bisa dijamin kemudian menjadi pasien umum, biayanya lumayan besar, oleh karena itu daftarlah sebelum sakit tidak ada ruginya, demi kita juga kok kedepannya,” tutupnya. (VM/pm)











