BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 18 Sep 2022 22:18 WIB ·

Siti : Berobat Kian Mudah Dengan Program JKN-KIS


 Siti : Berobat Kian Mudah Dengan Program JKN-KIS Perbesar

BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews- Siti Chotijah, salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang terdaftar di segmen Peserta Penerima Upah (PPU), atau lebih dikenal sebagai peserta dari segmen pekerja. Perbedaan dengan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) ialah pada perhitungan iuran setiap bulannya. Untuk PPU iuran dihitung berdasarkan upah yang diterima setiap bulannya dan iurannya pun sudah menanggung untuk pasangan dan 3 orang anak.

“Alhamdulillah sudah terdaftar dari kantor, dipotong setiap bulan. Sudah menanggung untuk sekeluarga. Kalo ga salah berbeda ya hitungannya dengan peserta mandiri sama saya yang dari perusahaan. Pengalaman saya menggunakan kartu ini ada suka dan dukanya. Kalau dukanya waktu itu pernah menggunakan punya orang tua, kan sakit kemudian dibawa kerumah sakit, nah dirumah sakit seolah-olah mendahulukan pasien yang bayar sendiri, mungkin karena pasien KIS banyak jadi belakangan, mungkin lho ya,” ujarnya.

Berangkat dari pengalaman orangtuanya dahulu, Siti mencoba berobat ke fasilitas kesehatan tempat dirinya terdaftar. Menurutnya saat ini sudah sangat mudah untuk berobat, tanpa perlu memikirkan biayanya lagi saat berobat karena semuanya sudah ditanggung oleh JKN-KIS. Menurut penuturanya saat ini sudah jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelum adanya JKN-KIS, dimana masyarakat untuk berobat ke klinik aja sudah harus menyiapkan uang.

“Kelebihannya yang saya rasakan ya bisa dijamin obat dan pelayanan yang kita terima di klinik atau rumah sakit. Sejak kejadian ibu saya itu, saya juga sudah beberapa kali mencoba untuk berobat seperti waktu batuk, pilek. Alhamdulillah dijamin semua, tenang gitu sekarang tidak perlu khawatir lagi misal tiba-tiba sakit sudah tinggal bawa kartu ini saja sudah bisa berobat, tidak seperti dahulu, mau berobat sudah pusing duluan mikirin uangnya untuk berobat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Siti menambahkan harapannya pada program JKN-KIS dan juga kepada BPJS Kesehatan sebagai lembaga yang menjalankan program tersebut. Dirinya berharap pelayanan kepada peserta Program JKN-KIS lebih baik lagi, dan terus mengembangkan inovasi untuk melayani peserta. Kepada masyarakat yang belum terdaftar, Siti juga mengingatkan agar setiap masyarakat bisa terdaftar dengan kemampuan pembayaran masing-masing individu. (VM/pm)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru