BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews,- Sari Harnani (54) seorang ibu rumah tangga saat ditemui Tim Jamkesnews bercerita mengenai pengalamannya menggunakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk mendapatkan pengobatan untuk orang tuanya ke spesialis penyakit dalam di salah satu rumah sakit. Pengalaman ini merupakan yang pertama menggunakan JKN-KIS sehingga tentu dirinya merasakan banyak pengalaman baru yang didapat.
Memiliki jaminan kesehatan yang terjangkau bahkan gratis merupakan dambaan setiap orang, tak terkecuali Sari. Sejak mengetahui adanya Program JKN-KIS dirinya beserta keluarga bahkan orang tuanya sudah terdaftar dan menjadi peserta aktif. Dirinya sadar betul bahwa dengan adanya program baru ini tentu saat ini setiap orang berkesempatan dan memungkinkan untuk berobat ke rumah sakit tanpa biaya. Dirinya mengatakan saat ini masyarakat Indonesia bisa berobat tanpa takut kekurangan biaya karena semuanya sudah ditanggung.
“Alhamdulillah saya dan keluarga sudah terdaftar di kelas 2, bahkan orang tua saya juga sudah terdaftar, kartu kami semua pun aktif. Dari dulu mau ikut asuransi kesehatan tapi biayanya lumayan, sekarang ada JKN-KIS. Pengalaman saya sih belum pernah menggunakan dan jangan sampai menggunakan, namun orang tua pernah menggunakan ke rumah sakit, waktu itu ke spesialis penyakit dalam,” jelasnya.
Terbukanya akses kesehatan yang luas tentu memiliki keuntungan maupun kekurangan, Sari menceritakan saat itupun dirinya sempat bingung mengenai prosedurnya dikarenakan berbeda rumah sakit terkadang berbeda pelayanan dan alur yang dilewati. Namun Sari memaklumi karena memang banyaknya orang yang ingin berobat, perkembangan prosedur dan sarana prasarana di rumah sakit yang masih perlu ditingkatkan.
“Mungkin karena perbedaan rumah sakit, ketentuannya pun dan pelayanannya berbeda. Waktu itu masih awal adanya Program JKN-KIS sehingga prosedurnya masih membingungkan, ditambah banyak orang yang ingin berobat sehingga rumah sakit sangat ramai. Namun setelah berjalan semuanya mudah, pelayanan juga bagus, lebih tertata gitu. Mungkin karena sekarang rata-rata orang sudah paham prosedurnya sehingga tidak semerawut, apalagi ada pengembangan teknologi dan aplikasi sehingga memudahkan,” jelasnya.(VM/pm)











