BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 16 Sep 2022 13:25 WIB ·

Bekasi Kota Layak Anak Dengan Kasus HIV/AIDS Mengerikan


 Bekasi Kota Layak Anak Dengan Kasus HIV/AIDS Mengerikan Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Pemerintah Kota Bekasi beberapa bulan sebelumnya baru mendapatkan penghargaan status Kota Layak Anak (KLA) 2022 dengan predikat Nindya.

Sayangnya predikat tersebut tercoreng dengan adanya kasus HIV mengenai anak-anak berusia 4 sampai 19 tahun. Dengan total 44 anak-anak yang mengalami HIV.

Data ini berdasarkan Dinkes Kota Bekasi yang menyebut kasus HIV di tahun 2022 terdapat 554 kasus.

“Data HIV baru Januari sampai Agustus 2022 ada 554 kasus,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Nia Aminah Kurniati dikonfirmasi, Kamis (16/9/2022).

Menurutnya, sejauh ini pihaknya telah melakukan sejumlah upaya antisipasi penularan HIV/AIDS di kalangan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan konseling dan tes HIV kepada orang-orang yang berisiko, seperti ibu hamil, pasien tuberkulosis dan warga binaan pemasyarakatan.

“Kita juga melakukan mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) ke tempat hiburan malam, spa, salon dan Mobile tes HIV di kegiatan car free day,” ujar Nia.

Sedangkan untuk program Pelayanan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV/AIDS, tersedia di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, RS Elisabeth, RS Ananda, Puskesmas Perumnas II, Puskesmas Karang Kitri dan Puskesmas Mustika Jaya.

Menyikapi kasus HIV/AIDS yang tengah meningkat di Jawa Barat, Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menegaskan pihaknya akan gencar menyosialisasikan pencegahan penyakit mematikan tersebut.

Dalam hal ini, Pemkot Bekasi ikut menggandeng penggiat HIV untuk memaksimalkan upaya pencegahan di lingkungan masyarakat.

“Kita sama-sama menyosialisasikan lah untuk kemudian mengedukasi upaya-upaya dalam rangka untuk tidak masifnya penyebaran yang ada,” ungkap Tri.

Pihaknya juga mengutamakan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar siswa lebih memahami bahaya HIV/AIDS dan tahu cara pencegahannya sejak dini.

“Tetapi bagi yang sudah mendapatkan itu, supaya dia tidak kemudian melakukan tindakan yang aktif. Ya kita edukasi, berikan mereka fasilitas yang kemudian merupakan bagian dari tugas Dinkes dan Dinsos,” pungkas Tri.

Sebelumnya, Ketua Tim Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes Jawa Barat, Yudi Komarudin menyampaikan Kota Bekasi menduduki peringkat ketiga kasus HIV/AIDS terbanyak di Jawa Barat, dengan jumlah mencapai 365 jiwa.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil tes yang dilakukan selama rentang waktu Januari hingga Juni 2022. Infeksi HIV/AIDS disebutkan menyasar rentang usia anak muda atau usia produktif hingga paruh baya

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru