BEKASIMEDIA.COM – Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan jumlah perokok di Indonesia bertambah satu juta orang per tahun. Hal ini ia katakan dalam diskusi media Indonesia Institute for Social Development (IISD) secara virtual, Senin (5/9/2022).
Data itu ia dapat dari Indonesia Global Adult Tobacco Survey yang membandingkan jumlah perokok Indonesia pada 2011 dan 2021. Dalam data tersebut terlihat terjadi penambahan satu juta orang per tahunnya. Meski demikian, tren global memperlihatkan penurunan. Dengan jumlah perokok laki-laki, dari 893 juta orang pada 2007 turun menjadi 847 juta orang pada 2019, sedangkan untuk perempuan, dari 189 juta menjadi 153 juta orang pada 2019.
“Di kita penurunan ini memang belum kelihatan, bahkan ada kenaikan. Ada kenaikan di Indonesia, tadinya 61,4 juta orang, naik menjadi 70,2 juta selama 10 tahun,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Selain jumlah perokok naik, volume penjualan rokok juga meningkat 7,2 persen pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, konsumsi rokok elektrik juga meningkat dari 0,3 persen pada 2011 menjadi 3 persen pada 2021.
Dengan adanya kenaikan perokok dan konsums rokok elektrik yang meningkat ia menyarankan perlu ada aturan larangan iklan dan promosi rokok yang lebih ketat dalam revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 saat tren perokok di Indonesia memperlihatkan kenaikan.
“Jadi, memang harus ada larangan iklan dan promosi, dan sponsorship yang lebih bagus lagi dan lebih ketat lagi di dalam revisi,” katanya.











