BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 31 Jul 2022 05:30 WIB ·

dr Herlisa Rosana: Tato Mungkin Indah, tapi dari Sisi Kedokteran tidak Bagus


 dr Herlisa Rosana: Tato Mungkin Indah, tapi dari Sisi Kedokteran tidak Bagus Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – dr Herlisa Rosana, dari Klinik RUSLAM Rawamangun & IMS (Islamic Medical Service) ikut membantu memeriksa kondisi kesehatan warga yang ingin menghapus tato di acara Al-Kahfi Peduli yang berkolaborasi dengan Komunitas Relawan Kreatif (KRK) for Health.

dr. Herlisa menyatakan, bagi sebagian orang, tato mungkin dinilai dari sisi estetika, namun dari sisi kedokteran, kata dia, itu jelas tidak baik bagi kesehatan, terutama kulit.

“Mungkin tato itu estetika menurut mereka. Apalagi kalau kaum hawa mentato di tempat tertentu biar tampak indah. Namun dari segi kedokteran itu tidak bagus untuk kulit. Jadi kan tato itu kulit dibikin luka.
Walaupun menurut mereka cantik.
Dari segi agama, air wudhu juga nggak masuk,” katanya.

Oleh karena itu dirinya menyarankan agar pemilik tato mau menghapus tatonya. Namun sayangnya, karena keterbatasan biaya, orang-orang bertato ini kadang-kadang melakukan penghapusan sendiri dengan cara yang kurang aman.

“Mereka kadang lakukan sendiri karena murah. Kalau dengan laser kan ada biayanya. Kadang mereka hapus dengan zat tertentu yang justru merusak kulit,” ujarnya.

“Kita di sini bantu menghilangkan bekas luka tato supaya bersih lagi. Nampak mulus lagi makanya pakai laser. Kebetulan ada program kami yang gratis,” katanya.

Untuk syarat hapus tato, Herlina menyatakan orang tersebut harus lolos screening kesehatan terlebih dahulu.

“Dari segi medis kita awasi dari sini. Kita lindungi peserta dan operator. Melindungi dari misalnya mereka tidak sehat atau penderita HIV, Hepatitis dan dicek juga gula darah.

“Kami berani menindak jika kondisi kesehatan mereka bagus,” kata Herlisa.

Jadi penghapusan tato ini cukup ketat dan dalam pengawasan dokter.

Adapun tingkatan dalam menghapus tato menggunakan laser, kata Herlisa perlu dipertimbangkan dan dilihat berapa frekuensinya, Karena kalau terlalu dalam malah bisa merusak otot.

Untuk penghapusan sendiri memakan waktu kurang lebih 10-12 kali agar kembali bersih.

“Tapi kembali ke individunya.
Karena kulit manusia sifatnya beda,” katanya.

Herlisa menyarankan, Kalau ada orang belum bertato dan tertarik sebaiknya urungkan niat untuk memiliki atau membuatnya.

“Jangan punya keinginan, karena selain menyakiti diri sendiri di kemudian hari akan sulit melamar kerja dan lain-lain
Nanti dia tidak PD dan Karena pandangan lingkungan,” katanya.

“Yang punya tatto, dihapus tatonya. Tapi kita cuma bisa hapus tato tapi tidak bisa menghapus masa lalu,” tukasnya. (Denis)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru