BEKASIMEDIA.COM – Rubi Lesmana, Ketua Departemen Kebijakan Publik Pengurus Daerah KAMMI Bekasi Kota mengapresiasi kegiatan Diskusi Publik Komunitas Media Online (Komodo) di Balelo Food Garden, Jumat (24/6/2022). Diskusi Publik yang membahas tema “Dilema Pendidikan Penyandang Disabilitas” diakuinya menarik karena jaminan pendidikan di masyarakat pada kenyataannya belum merata.
“Dari saya pribadi diskusi hari ini cukup menarik karena memang banyak masyarakat pendidikannya perlu dijamin dengan jelas sesuai undang- undang. Maka ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk merealisasikan UU tersebut,” kata Ruby ditemui usai acara.
Oleh karena itu, kata dia pemerintah perlu segera merealisasikan aturan yang memang sudah didiskusikan hari ini di Komodo. Supaya masyarakat terjamin pendidikan dengan jelas.
“Termasuk mereka yang disabilitas, harus terjamin pendidikan tanpa pandangan buruk apapun,” jelas Rubi yang juga tengah menempuh pendidikan D3 Manajemen informatika STMIK Bani Saleh.
Ruby menyayangkan karena Pemkot masih kurang melibatkan mahasiswa dalam pembahasan mengenai disabilitas. Padahal, dirinya melihat di kampus-kampus juga banyak penyandang Disabilitas.
“Untuk mahasiswa, dari KAMMI memang belum pernah dilibatkan. Nah kalau itu perlu ditanyakan ke Pemda, kenapa kami tidak pernah dilibatkan?” Katanya.
“Mahasiswa kan sering terjun ke masyarakat. Di kampus sendiri banyak mahasiswa disabilitas. Tapi pelayanan pembelajaran juga masih kurang. Misal pelayanan kursi roda malah disiapkan oleh pihak lain bukan oleh Pemda,” tambahnya.
Saat ditanya alasannya, kemungkinan kata Ruby karena tidak adanya kerjasama, kolaborasi antar lembaga dan pemerintah padahal masalah tidak akan bisa diselesaikan sendiri-sendiri. “Memang tidak bisa bertindak sendiri, Harus kolaborasi. Padahal mahasiswa konsen di bidang pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan instansi terkait bisa berkolaborasi, misalnya mahasiswa dengan stakeholders demi merealisasikan kewajiban pemerintah terutama yang termuat dalam Peraturan daerah. (Denis)











