BEKASIMEDIA.COM – Kanzus Sholawat Kota bekasi menggelar khataman kitab Tanbihul Ghofilin, kitab tentang fadhilah atau keutamaan solat sunnah yang dikarang oleh KH Muchtar Tabrani, Rois Syuriah PCNU Bekasi yang pertama dan ulama tasawuf Tariqoh Saziliyah Naqsabandiyah.
Pimpinan Ponpes Annur Bekasi Utara, Ahmad Ushtuchri menyatakan Kanzus Sholawat Kota Bekasi sebagaimana diamanahkan Abah Maulana Lutfi bin Yahya cabang Kanzus Shalawat Pekalongan diminta untuk terus mengembangkan pemahaman keilmuan terutama tasawuf, fiqih dan lain-lain. “Kali ini Lewat kitab karya KH Muchtar Tabrani. Kita mulai tradisi baru khataman kitab selama bulan suci Ramadhan. Alhamdulillah dalam jangka waktu 3 Minggu bisa kita selesaikan. Kitab ini berisi tentang keutamaan salat-salat sunnah, seperti salat sunnah rawatib, solat wajib ditambah juga solat sunnah lainnya,” katanya.
“Tentu ini jadi pengetahuan dan motivasi bagi jamaah untuk terus memperbanyak ibadah sunnah di samping ibadah yang wajib. Sebagai muslim yang baik kita harus merasa ibadah wajib kita tidak sempurna atau bahkan kurang, oleh karena itu harus dilengkapi, ditambah ibadah sunnah minimal 12 rakaat tiap harinya, menambal ibadah wajib dengan ibadah Sunnah menjadi satu keharusan,” katanya.
Pembacaan Kitab ini dikhatamkan, diasuh langsung KH. Junaidi Noor LC setiap malam Sabtu dan Minggu di Bulan Ramadhan selepas solat tarawih. sampai menjelang sahur.
“Antusiasme jamaah juga bagus terlihat secara offline di Rumah Kayu, maupun secara online/live streaming juga melalui media sosial, seperti Facebook Ponpes Annuur,” ujarnya.
Ushtuchri berharap Tradisi Pasanan atau mengkhatamkan kitab-kitab kecil ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Acara juga diisi pembacaan rotibul kubro. Ijazah langsung Maulana Lutfi bin Yahya kepada kanzus sholawat Kota Bekasi, Ghusniyyah Jatman NU Bekasi Utara. Sehingga ijazah ini jadi bukti khidmat, bakti kita ke abah Maulana Lutfi. Dilanjutkan zikir kanzus sholawat,” tambahnya.
Kanzus sholawat Kota Bekasi sendiri memang mengambil langkah tidak meliburkan pengajian selama Ramadhan justru menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan pembacaan kitab.
Setelahnya juga dilakukan buka puasa bersama yang dihadiri 300- an jamaah. Ditambah santunan untuk 85 yatim dan dhuafa.
“Tradisi ini jadi pengingat dan menjadi pelanjut kemarin di bulan Syaban atau munggahan sambil menggelar Haul KH Muchtar Tabrani yang ke-51.
Kita juga santuni kurang lebih 500 paket sembako kepada yang berhak. Alhamdulillah Kanzus Shalawat sedikit demi sedikit laksanakan dawuh Abah maulana Lutfi,” ujarnya.
Ke depan, Kanzus Shalawat akan melanjutkan majelis ini menjadi sarana wasilah kebangkitan ekonomi umat. Dimulai dengan Kanzus berdikari. Divisi pemberdayaan ekonomi ummat. Yang melayani kebutuhan jamaah berupa sandang dan pangan (kuliner), seperti kue lebaran, baju dan mukena.
“Alhamdulillah, sudah menghasilkan sehingga bisa lakukan santunan anak yatim. Ini bagian dari ikhtiar kecil.
Bukan wacana dan sekadar basa basi tapi bergerak membangun ekonomi umat secara konkret dimulai dari lingkungan terdekat sebisa mungkin semampu kita. Upaya kecil ini berhimpun dengan ikhtiar kecil di tempat lain juga sehingga kita bisa bangkit, terutama dari deraan pandemi selama hampir 3 tahun ini, semoga Allah meridhoi,” kata Ushtuchri. (Denis)











