BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 20 Jan 2022 08:03 WIB ·

Tokoh Sunda Haru Suandharu Minta Politisi PDIP Arteria Dahlan Gentle


 Tokoh Sunda Haru Suandharu Minta Politisi PDIP Arteria Dahlan Gentle Perbesar

BEKASIMEDIA.COM- Sejumlah tokoh sunda angkat bicara terkait dengan pernyataan dari anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, yang mendesak Jaksa Agung untuk memecat Kepala Kejaksaan Tinggi karena memakai bahasa Sunda saat rapat.

Tokoh masyarakat Jawa Barat sekaligus anggota DPRD Jabar dan Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu, menyatakan sangat prihatin dengan adanya pernyataan yang tak sopan terlontar dari mulut Arteria Dahlan.

“Saya prihatin dan saya kira praktik yang seperti itu kebablasan. Akhirnya jadi menyinggung banyak pihak. Kita ini lebih mengedepankan keteduhan, kesejukan di kehidupan yang berbangsa bernegara ini. Janganlah para pejabat publik ini melakukan sesuatu, mungkin lagi naikin rating kayanya biar seru,” kata dia kepada beritainspira.com, Rabu (19/1/2022).

Akibat ulah Arteria beragam reaksi muncul di tengah masyarakat Sunda. Haru pun meminta kepada Arteria untuk meminta maaf atar perkataannya itu.

Saya dengar sudah ada reaksi yang muncul. AMS (Angkatan Muda Siliwangi) sudah menyampaikan keberatan dan menuntut permintaan maaf kepada yang bersangkutan. Kalo menurut saya segeralah diselesaikan dengan cara yang baik jangan sampai ini malah melebar kemana-mana,” kata dia.

Haru menganggap wajar jika bahasa daerah dipakai dalam setiap rapat. Hal itu karena untuk menjaga budaya bahasa daerah nya masing-masing, termasuk Sunda. Dirinya heran kenapa hal semacam itu harus dipermasalahkan, bahkan mendesak untuk memecat Kejati tersebut.

“Waktu kita di Bandung ada sidang paripurna dan kita pakai bahasa Sunda, itu mah biasa tidak ada masalah. Justru saya heran ada yang mempermasalahkan. Sampai memecat pejabat tidak pada tempatnya. Sudah saja minta maaf jangan bertahan, kalo bertahan malah jadi makin kuat. Kedepan harus lebih hati-hati kalo ngomong,” jelasnya.

“Kalau ada rapat paripurna atau rapat resmi itu kita pakai bahasa Sunda itu kan bagian upaya melestarikan kebudayaan kita. Nah sekarang ada orang yang lagi rapat menggunakan bahasa Sunda kemudian minta jadi diberentikan gara-gara itu, itu lebih ke arogan menurut saya,” tambahnya.

Seharusnya Arteria Dahlan berintropeksi dirinya sendiri atas kejadian ini.

“Kata saya sih harusnya yang bersangkutan yang harus intropeksi, lebih rendah hati. Kalo gak minta maaf nanti diminta mundur. Minta maaf aja, gentle aja. Orang bisa salah dan itu manusiawi, jangan bertahan,” kata Haru.

Source: Berita Inspira

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru