BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 16 Nov 2021 18:20 WIB ·

Menjadi Peserta Program JKN-KIS Bisa Tingkatkan Produktivitas Kerja


 Menjadi Peserta Program JKN-KIS Bisa Tingkatkan Produktivitas Kerja Perbesar

BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews- Lufi Afianto (39) merupakan seorang pekerja milenial dan sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU). Bekerja sebagai teknisi suatu perusahaan menuntut dirinya selalu sehat dan bugar dalam menjalani pekerjaan. Salah satunya ialah jaminan kesehatan, dan saat ini dirinya sudah didaftarkan beserta keluarga oleh perusahaan kedalam Program JKN-KIS kelas 1.

“Sakit merupakan hal yang tidak dapat diprediksi namun bisa dicegah, apalagi pekerjaan menuntut kita untuk selalu sehat dan siap saat dibutuhkan. Bagusnya perusahaan juga memahami bahwa pekerjanya adalah aset yang harus dijaga kesehatannya, oleh karena itu saya dan sekeluarga sudah didaftarkan kedalam Program JKN-KIS kelas 1, sehingga saya bisa tenang bekerja,” ucapnya saat di temui Tim Jamkesnews.

Lufi menceritakan bahwa masih ada beberapa rekannya yang masih belum menyadari pentingnya suatu jaminan kesehatan. Dirinya juga mengatakan bahwa yang belum terdaftar tersebut dikarenakan banyak faktornya. Dirinya juga merasakan perbedaan sebelum terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS dan sesudah. Masalah biaya menjadi salah satu perbedaan mendasar, sebelum terdaftar dirinya bercerita selalu was-was saat berobat, namun sekarang bisa kapan saja mengakses fasilitas kesehatan tanpa memikirkan biaya.

“Kesehatan merupakan kunci produktivitas menurut saya, karena apabila sakit akan menghambat produktivitas atau target di kerjaan, misal ga masuk 2 hari karena sakit akibatnya pekerjaan tertunda, ditambah lagi bayar pengobatan terus gajian masih lama, yasudah pasti kerjaan ga akan konsen lagi. Makanya beruntung yang sudah terdaftar, ga mikirin lagi biaya berobat tinggal kejar target saja,” jelasnya.

Lufi berharap, Program JKN-KIS dapat berlangsung dengan baik dan pelayannnya semakin memuaskan, sehingga makin banyak masyarakat yang bisa merasakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa dibeda-bedakan. Dirinya bercerita selama ini belum melihat kendala yang didapatkan selama mengakses fasilitas kesehatan, oleh sebab itu ia pun mengajak orang yang belum terdaftar agar segera mendaftarkan diri agar saat membutuhkan pengobatan tidak dibebankan dengan biaya yang tidak terduga.

“Sekarang sih saya alhamdulilah jadi tenang bila mendadak jatuh sakit. Iuran yang saya bayar biarlah menjadi amal saya membantu orang lain, semoga saya selalu diberikan kesehatan sehingga iuran saya bisa terus membantu orang lain. Oleh karena itu saya berpesan kepada masyarakat yang lain bahwa kita harus support program ini dan tidak lupa bahwa sehat itu mahal, jadi kita harus jaga baik-baik kesehatan kita,” tutup Lufi. (VM/pm)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru