BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah berjalan sejak tahun 2014. Masyarakat yang telah terdaftar dalam program ini juga sudah mencapai lebih dari 220 juta masyarakat Indonesia. Way Gianti (38) salah satunya merupakan seorang ibu rumah tangga.
Siang itu ditemui di rumahnya oleh Tim Jamkesnews, ia mengatakan sangat senang bisa diberikan kesempatan mengemukakan pendapatnya mengenai Program JKN-KIS.
Way bercerita memasuki usia yang tidak lagi muda kini beberapa penyakit mulai menyerang dirinya, salah satunya hipertensi. Dirinya mengatakan saat ini hanya Program JKN-KIS yang diandalkan dirinya untuk mengontrol hipertensinya yang diderita sejak lama. Menurut nya dengan adanya Program JKN-KIS bisa membantu dirinya dalam menjamin pelayanan kesehatan baik dalam sisi penjaminan di pelayanan fasilitas kesehatan ataupun dalam sisi pelayanannya.
“Menurut saya penggunaan Program JKN-KIS itu bagus, dan bagi yang sakit sangat terbantu untuk penyembuhannya. Kalau untuk saya, alhamdulillah terdaftar di kelas 1. Saya menggunakan BPJS Kesehatan jika saya merasa sakit, apalagi saya memiliki riwayat hipertensi, jadi setiap bulan saya kontrol ke puskesmas, kalau ada apa-apa baru dirujuk ke rumah sakit. Alhamdulillah pelayanannya sangat baik dalam melayani pesertanya,” jelasnya.
Lebih lanjut ia pun memaparkan, bahwa dengan pengontrolan hipertensi yang dilakukan dirinya dengan menggunakan penjaminan dari Program JKN-KIS itu terdapat perbedaan baik sebelum dirinya menggunakan maupun setelahnya.
Menurutnya dulu sebelum terdaftar dirinya setiap bulan wajib menyisihkan dana untuk kontrol dan juga berjaga-jaga apabila dirujuk. Namun sekarang dirinya bisa tenang berobat karena tidak mengeluarkan biaya.
“Perbedaannya , kalau sebelumnya kan harus bayar, jadi setiap bulan kita harus menyiapkan uang buat kontrol, buat jaga-jaga kalau ternyata kita dirujuk ke rumah sakit, kan biayanya makin besar tuh. Belum lagi obat-obatan yang harus ditebus, tapi sekarang minim biaya yang dikeluarkan paling hanya ongkos berangkat aja. Kalau dulu berobat kayak tidak pasti gitu bakalan menghabiskan uang berapa, kalau sekarang sudah bisa diprediksi. Harapannya Program JKN-KIS tetap terus bisa melayani masyarakat dengan baik,” tutupnya. (VM/pm)











