BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 22 Sep 2021 04:56 WIB ·

Program JKN-KIS Bantu Tingkatkan Taraf Kesehatan Masyarakat Indonesia


 Program JKN-KIS Bantu Tingkatkan Taraf Kesehatan Masyarakat Indonesia Perbesar

Bekasi, Jamkesnews – Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat yang telah berjalan di tahun kedelapan sudah lebih dari 80% masyarakat Indonesia sudah terdaftar kedalam program ini. Iuran yang terjangkau membuat masyarakat Indonesia diharapkan bisa memiliki jaminan kesehatan. Tak dipungkiri masih banyak masyarakat yang tidak mampu untuk membayar iuran, oleh karena itu dalam program ini juga ada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik melalui dana APBN atau APBD.

Salah satu peserta JKN-KIS Ummu Khodijah mengaku tenang telah menjadi peserta JKN-KIS. Menurutnya program ini dibentuk pemerintah bentuk kepedulian kepada masyarakat di sektor kesehatan. Selain meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, negara juga menginginkan masyarakatnya memiliki jaminan kesehatan. Kesehatan merupakan hal pokok atau penting yang harus diperhatikan, sehingga dengan Program JKN-KIS, masyarakat tidak perlu khawatir memikirkan lagi akan biaya mahal saat berobat di fasilitas kesehatan nantinya.

“Program JKN-KIS ini memiliki berjuta manfaat bagi peserta JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Selain untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, perbaikan di fasilitas kesehatan juga ikut meningkat dikarenakan saat ini masyarakat dengan mudah dapat mengakses fasilitas kesehatan. Asalkan kita mengikuti sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, kita pasti dapat dilayani dengan baik, nyaman dan tidak akan ada iuran biaya sedikitpun yang harus dikeluarkan,” Ujarnya.

Ummu juga menyampaikan kepada semua yang belum mendaftar menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftar agar biaya yang dikeluarkan pada saat berobat di mudahkan dan diproses dengan baik oleh program JKN-KIS, serta juga selalu menjaga kesehatan seperti keluar memakai masker, mencuci tangan, dan makan makanan yang sehat sebagai bentuk upaya mencegah tertularnya penyakit yang kapan saja bisa menyerang.

“Sejak saya dan keluarga terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, saya merasa aman karena telah memiliki perlindungan kesehatan apabila terjadi sesuatu dengan keluarga saya nantinya. Apalagi di jaman pandemi seperti ini banyak penyakit baru dan mudah menyerang, oleh karena protokol kesehatan harus tetap diutamakan, selain hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan juga olahraga agar tubuh tidak mudah terserang penyakit,” ungkapnya.

Menurutnya masyarakat Indonesia di jaman pandemi ini mulai terbiasa menerapkan hidup sehat. Peduli akan kesehatan diri sendiri dan orang lain menjadi kebiasaan baru. Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa memang sakit merupakan pemberian yang kuasa namun sebisa mungkin kita tetap sehat, karena menurutnya mencegah lebih baik daripada mengobati. Akhir pembicaraan, Ummu mengatakan sudah sepatutnya masyarakat mendukung Program JKN-KIS ini agar terus berlangsung dan berkelanjutan demi Indonesia yang lebih sehat lagi kedepannya. (VM/pm)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru