BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 6 Mar 2020 04:35 WIB ·

Waspada Corona Boleh, tapi Jangan Panik


 Waspada Corona Boleh, tapi Jangan Panik Perbesar

Waspada, boleh, panik? jangan.”

Demikian kata dr Riris Widhawati, M.Si, dokter yang berprofesi sebagai konsultan bahan alam MNC Shop, dosen Stikes IMC Bintaro dan pembimbing penelitian Mahasiswa Herbal Medik S2 UI. Ia Menyikapi keresahan masyarakat Indonesia akibat maraknya Corona type 2 atau kini dikenal Covid 19, yang dikhawatirkan mengancam jiwa.

dr Riris Widhawati sebagai dokter yang concern terhadap Herbal juga menjelaskan hal tersebut di hadapan 600-800 orang manajerial dan staf Mulia Group Property di Wisma Mulia Jakarta, yang dibuka oleh Ibu Jeanne Direktur Mulia Group Property, pada tanggal 4 Maret 2020.

Ia mengajak semua masyarakat bersungguh-sungguh memodifikasi gaya hidup baru yang lebih sehat, karena mencegah dari sakit lebih baik daripada jika sudah terserang penyakit, terutama terserang Corona yang sedang marak itu.

Bagaimana caranya? Yaitu dengan memakan makanan bergizi, olah raga dengan teratur minimal 15-30 menit setiap hari, minum banyak air putih 8-10 gelas perhari, tidur yang cukup yaitu 6-7 jam perhari, minum vitamin dan anti-oksidan yang diperlukan oleh tubuh yang bisa juga diperoleh dari bahan bahan herbal, empon empon yang lagi marak saat ini yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh melawan Corona, dan jika dalam keadaan sakit batuk/pilek segera gunakan masker, dan segera diobati jika ada tanda-tanda batuk, pilek, sesak nafas, apalagi jika disertai demam tinggi, suhu badan lebih dari 38 derajad Celcius. Segeralah periksa lebih intensif dan segera periksa ke rumah sakit terdekat tanpa rasa panik.

Dan berbicara tentang mengapa obat herbal tradisional malah kian marak menghadapi Covid 19 yang makin meresahkan masyarakat? Dan belakangan tengah populer akun-akun kesehatan yang mempromosikan kiat hidup sehat terhindar dari Corona dengan herbal dan empon. Tapi apakah klaim-klaim tersebut bisa dipercaya dan nyata kebenarannya?

Pada dasarnya bahan alam atau herbal lebih sehat ketimbang sintetis. Beberapa terapi atau obat-obatan herbal tidak bersifat kimiawi, minim, namun masih tetap ada efek samping jika tidak dikonsumsi tepat guna, yaitu tepat cara pengelolaannya dan tepat dosis.
Dan Corona yang disebabkan oleh virus Covid 19 itu bisa ditangkal atau dicegah dengan sistem imunitas yang tinggi maka tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai imunomodulator, seperti empon-empon itu bisa menangkal serangan virus tersebut.

Ramuan itu memang mengandung vitamin dan bisa berfungsi menjadi antioksidan. Namun, manfaat itu bisa diperoleh jika empon-empon diolah dengan benar. Jika tidak, maka dia khawatir ramuan itu bisa berubah menjadi oksidan yang berdampak buruk bagi tubuh. Belum lagi adanya potensi kandungan lain dalam ramuan itu seperti jamur, dan sebagainya.

dr Riris dengan tegas menyampaikan sampai saat ini masih tidak ada obat yang spesifik bisa menyembuhkan Corona. Kalaupun ada maka diperlukan adanya penelitian, dan prosesnya pun memakan waktu panjang. “Kalaupun ada obat kan ada tahapannya uji klinik fase 1, fase 2, fase 3, post marketing, dll,” katanya.

Dan sebelum menutup pembicaraanya, dr Riris menjelaskan, mengenai manfaat ramuan empon-empon yang memang mengandung vitamin dan bisa berfungsi menjadi antioksidan.

Umbi Jahe (Zingiberaceae) mengandung senyawa oleoresin yang lebih dikenal sebagai gingerol sebagai antioksidan. Dan kandungan flavonoid yang beperan sebagai antioksidan dapat melindungi dari kerusakan oksidatif seperti antioksidan, dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Secara farmakologi bahan aktif kunyit, seperti kurkumin memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, juga efektif melawan bakteri, virus, dan jamur. Caranya dengan bertindak sebagai penghalang dan mengubah mekanisme bakteri masuk ke dalam sel.

Dan kencur yang mengandung bahan aktif minyak astiri berkhasiat sebagai anti radang dan antiseptik. Laos dengan bahan aktifnya minyak astiri juga berkhasiat sebagai anti bakteri memperbaiki pencernaan, mengeluarkan lendir dari saluran napas.

Sedangkan rimpang temulawak yang mengandung kurkumin, demetoksikukumin dan bisdemetoksikurkumin dari berbagai penelitian menunjukkan efek antioksidan dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Dan manfaat itu bisa diperoleh jika empon-empon diolah dengan benar, dan tetap selalu jaga pola hidup yang sehat sebagai pencegahan terhadap Virus Covid 19, demikian tukas dr Riris Wd menutup pembicaraannya.@AR

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru