BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 26 Des 2019 07:06 WIB ·

DKM Baitul Makmur PT MTM Menggelar Salat Gerhana Matahari


 DKM Baitul Makmur PT MTM Menggelar Salat Gerhana Matahari Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – DKM Baitul Makmur PT Menara Terus Makmur (MTM) yang terletak di Jalan Jababeka XI Kawasan Industri Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi, menggelar Salat Sunah Gerhana Matahari, Kamis (26/12/2019) siang pada saat jam istirahat, manajemen dan karyawan ikut serta.

“Sebagaimana ramai diberitakan, saat ini ada fenomena alam gerhana matahari. Seperti yang disyariatkan dalam agama Islam, kita disunnahkan melaksanakan salat. Ada dua salat sunah gerhana, yaitu salat gerhana matahari dan salat gerhana bulan. Untuk itu, barangkali saudara-saudaraku yang ingin melaksanakan salat gerhana, kami akan melaksanakannya,” ungkap Pembina DKM Baitul Makmur, Ustadz H. Omon Arruman, sesaat setelah salat zuhur berjamaah.

Kemudian ia menjelaskan secara singkat tatacara syariah pelaksanaan salat gerhana matahari. Dimulai dari niat salat hingga salam, serta khutbah salat gerhana.

“Pertama niat. Setiap sesuatu kebaikan itu harus melaksanakan niat. Dalam hati atau diucapkan. Harus ada niat dalam hati kita. Niat itu paling penting,” ungkapnya.

Ustadz H. Omon Arruman juga yang kemudian menjadi imam dan khatib pelaksanaan Salat Gerhana Matahari ini.
Dalam khutbahnya, H. Omon Arruman yang juga aktif sebagai pengurus PUK SPAMK-FSPMI PT. MTM mengajak kepada jamaah agar terus meningkatkan takwa kepada Allah. “Kita tingkatkan takwa agar semakin melekat. Semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.”

Lantas membacakan firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al Fusilat ayat 37 yang artinya, “Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”

Kemudian Ustadz Omon kembali mengajak karyawan PT MTM yang mengikuti pelaksanaan salat gerhana matahari ini untuk kembali meningkatkan takwa dengan adanya fenomena alam ini. “Setiap kejadian terjadi karena Allah SWT, bukan terjadi karena dengan sendirinya. Maka gerhana matahari ataupun bulan sebagai tanda bukti kekuasaan Allah SWT. Banyak orang yang salah tanggap sehingga menghubungkan gerhana dengan hal-hal yang tidak berhubungan. Syirik, kurafat hingga ramalan-ramalan yang sesat dan menyesatkan.”

Kejadian semacam ini, kata Ustadz Omon dalam khutbahnya, tidak hanya terjadi saat ini, tetapi juga pada zaman Rasulullah Muhammad SAW, ada yang menghubungkan gerhana dengan wafatnya putra Rasulullah. “Terjadinya gerhana bukan karena lahir atau matinya seseorang,” tambahnya.

Kemudian ia membacakan haditsnya.

كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ ، فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ »

“Di masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari ketika hari kematian Ibrahim. Kemudian orang-orang mengatakan bahwa munculnya gerhana ini karena kematian Ibrahim. Lantas Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalat dan berdo’alah.” (HR. Bukhari no. 1043).

Kemudian menyampaikan Al Qur’an surat Yasin ayat 36 hingga 40 tentang peredaran bulan dan matahari. Ustadz Omon menutup khutbah singkatnya dengan kembali mengajak karyawan MTM agar memperbanyak zikir dan shodaqoh serta bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Pelaksanaan salat gerhana ini diikuti oleh Ketua DKM Baitul Makmur PT MTM H. Friyanto, Direktur PT MTM Kurnia Santoso beserta jajaran manajemen lainnya, pengurus serikat pekerja PUK SPAMK-FSPMI PT MTM serta para karyawan.

PT Menara Terus Makmur merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Astra Otoparts yang memproduksi alat-alat teknik yang berkualitas tinggi seperti: Forging Parts, Machanical Jacks, dan Hand Tools. Manajemen perusahaan ini dikenal mempunyai hubungan industrial yang baik dengan pekerja maupun lingkungan sekitarnya. (eas)

Artikel ini telah dibaca 110 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru