BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 22 Des 2019 02:30 WIB ·

PDAM Tirta Bhagasasi Tingkatkan Cakupan Layanan Air Bersih


 PDAM Tirta Bhagasasi Tingkatkan Cakupan Layanan Air Bersih Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, terus meningkatkan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi. Upaya tersebut sesuai motto PDAM ini. “Kami Layani Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Bekasi”.

PDAM, merupakan milik bersama Pemkab Bekasi dan Pemkot Bekasi. Sehingga, pelayanannya meliputi dua wilayah pemerintahan di Bekasi. Tepat di usianya yang mencapai 38 tahu  sejak (29/9), PDAM Tirta Bhagasasi saat ini telah memiliki 12 kantor cabang (Kacab), dan 11 Kantor cabang pembantu (KCP). Keberadaan kantor di wilayah, bertujuan untuk mendekatkan pelayanan pada masyarakat.

 

“Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi sekitar 250.000 sambungan langganan (SL), kapasitas produksi air bersih sekitar 3.000 liter perdetik. Dalam business plan PDAM tahun 2018 sampai 2023. Ditargetkan akan ada penambahan pembangunan instalasi pengolahan air (IPA). dan penambahan pelanggan setiap tahun. Sementara, tahun 2023, jumlah pelanggan ditargetkan sekitar 420.000 SL, dengan kapasitas produksi sekitar 4.000 liter per detik, setara dengan jumlah pelanggan PAM di Jakarta,” ungkap Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim disela-sela kesibukannya usai acara media gathering bersama para awak media.

Melalui perencanaan dalam business plan tersebut, ditargetkan cakupan pelayanan khususnya di  Kabupaten Bekasi, setidaknya 70 persen masyarakatnya sudah terlayani air bersih pada 2023, sehingga untuk mewujudkan rencana dan target tersebut, PDAM membutuhkan investasi hingga Rl 4,5  triliun. Pasalnya, butuh dana untuk membangun IPA dan jaringan perpipaan, diharapkan penyertaan modal dari dua pemerintahaan dapat ditingkatkan tiap tahun melalui APBD. Hal tersebut mengingat penyediaan sistem penyelenggaraan air minum (SPAM), adalah tugas pemerintah pusat dan pemerintah daerah. PDAM hanyalah sebagai operator atau penyelenggaraan di lapangan.

Khusus pelayanan di wilayah Kabupaten Bekasi bagian Selatan, meliputi Kecamatan Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Serang Baru dan Kecamatan Cibarusah sekitarnya, telah dilakukan kerjasama dengan badan usaha swasta. Hal ini berkaitan dengan kesulitan air bersih di wilayah tersebut terlebih pada musim kemarau,” kata pria yanv akrab disapa Usep ini.

Kendati demikian, di wilayah Utara Kabupaten Bekasi, PDAM, Tirta Bhagasasi melakukan kerjasama dengan badan usaha swasta. Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan anggaran melalui penyertaan modal dari pemerintah.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru