BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 18 Des 2019 08:54 WIB ·

Politisi Gerindra Serukan Eksekutif dan Legislatif Duduk Bareng Cari Solusi Konkret KS NIK


 Politisi Gerindra Serukan Eksekutif dan Legislatif Duduk Bareng Cari Solusi Konkret KS NIK Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto asal Fraksi Partai Gerindra mencermati kondisi belakangan ini gerakan warga yang terus berdemonstrasi ke gedung DPRD serta menyalahkan wakil rakyat. Politisi perempuan senior Partai Gerindra ini meminta semua pihak agar menahan diri serta duduk bareng untuk mencari solusi terbaik bagi pelayanan kesehatan bagi warga kota Bekasi.

Murfati berharap Pemerintah kota Bekasi selaku eksekutif yang menjalankan kebijakan program Kartu Sehat berbasis NIK dan Dewan sebagai legislatif yang merumuskan Peraturan Daerah tentang layanan kesehatan KS agar bersama membangun iklim komunikasi serta duduk bersama membahas kebijakan yang diambil bersama.

“Sebaiknya eksekutif dan legislatif duduk bersama untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai solusi kongkrit untuk pengganti KS NIK yang tidak menyalahi peraturan Mendagri dan double account,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Rabu (18/12/2019) pagi.

Menurut Murfati, pemerintah kota Bekasi harus memberikan kepastian layanan kesehatan dasar bagi warganya, juga untuk menjamin kesehatan bagi kaum miskin dan papa karena mereka itulah yang sangat layak diberikan jaminan layanan kesehatan masyarakat.

Sebelumnya Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengumumkan Surat Edaran Nomer 440/7991/Dinkes tertanggal 29 November 2019 terkait penghentian layanan KS NIK pada awal Januari 2020. Sebaiknya, kata dia, pemerintah kota Bekasi memikirkan dahulu apa solusi pengganti KS NIK untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

“Kalau untuk warga ekonomi menengah dipastikan mereka masih punya kartu BPJS, apalagi warga yang kaya sudah memiliki kartu jaminan yang lebih kuat lagi yaitu asuransi swasta.
Nah yang perlu diperhatikan tinggal bagaimana untuk warga yang penghasilan dibawah Rp5 juta perbulan ini,” pungkasnya. (denis)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru