BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 6 Sep 2019 00:04 WIB ·

Untuk Menjaga Kualitas Air Baku, PKS Minta Dirut PDAM Lakukan Komunikasi Intensif dengan PJT II


 Untuk Menjaga Kualitas Air Baku, PKS Minta Dirut PDAM Lakukan Komunikasi Intensif dengan PJT II Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Anggota legislatif DPRD kabupaten Bekasi, Mohamad Nuh mengomentari persoalan buruknya pelayanan air minum bagi masyarakat kota dan kabupaten Bekasi yang belakang ramai dibicarakan. Ia menegaskan Dirut PDAM sebaiknya melakukan komunikasi intensif dengan PJT II.
Hal tersebut ia ungkapkan usai menjadi pembicara mewakili wakil rakyat dari kabupaten Bekasi dalam acara Dialog Publik bertajuk ‘Air Bersih atau Air Kotor’ yang digelar di hotel Amarossa, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Barat, Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

“Dalam bab air baku diharapkan kabupaten dan kota lebih sering sounding kepada pihak PJT II supaya menjaga kualitas air baku,” tegasnya.

Menurut Mohamad Nuh, momentum dialog publik ini cukup menarik karena memang konsumen PDAM di kota maupun Kabupaten mengeluhkan tentang kualitas air. Dalam dialog malah ada konsumen yang mengeluhkan adanya cacing, di Sukatani berdasarkan pengaduan masyarakat airnya bau sekali yang masyarakat konsumsi.

“Mudah-mudahan dengan adanya dialog tadi, saya sebagai anggota dewan ingin mempertegas keluhan masyarakat. Persoalan air ini kan persoalan kebutuhan keseharian apalagi asas sesuai dibentuknya PDAM itu untuk kualitas air minum bukan sekadar air mandi, nah semoga lebih menguatkan dengan dialog ini,” imbuhnya.

Sebagai anggota dewan dirinya ingin mendengarkan masyarakat dan ingin tahu juga alasan PDAM terhambat menangani persoalan kualitas air.

Ada 3 hal yang dibahas dalam dialog tersebut, pertama soal kualitas air, kedua soal kuantitas air, ketiga soal sustainable artinya daya jangkau pelayanan

“Persoalan kualitas air sebenarnya juga tidak terlalu sulit untuk mencapai kualitas air yang bagus. Pertama air bakunya masuk akal, ini kan soal air baku urusan PJT II, air kalimalang itu kan kewenangan kementrian pusat. Kalau sumber air bakunya tidak terlalu parah maka PDAM tentunya tidak terlalu berat dalam memaintenance kualitas chemical bahan kimianya untuk memilah antara polutan dengan air, sehingga kotoran kotoran tersebut mudah mengendap, maka yang dialirkan adalah air bersih,” pungkasnya. (dns)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru