BEKASIMEDIA.COM – KPUD Kabupaten Bekasi telah menetapkan anggota DPRD terpilih periode 2019-2024, di Hotel Sahid Jaya Cikarang, Jumat (30/8/2019).
Sebelas partai politik lolos ke DPRD Kabupaten Bekasi. Sepuluh diantaranya adalah partai lama. Hanya satu partai baru yang lolos yaitu Perindo.
Berikut ini perolehan kursi masing-masing partai politik:
Gerindra: 11 kursi
PKS: 10 kursi
PDIP: 7 kursi
Golkar: 7 kursi
Demokrat: 6 kursi
PAN: 3 kursi
PPP: 2 kursi
PKB: 1 kursi
PBB: 1 kursi
Nasdem: 1 kursi
Perindo: 1 kursi
Gerindra memperoleh kursi terbanyak sehingga berhak menduduki kursi ketua DPRD.
Jika dibandingkan dengan perolehan kursi pada pemilu 2014 lalu, PKS mengalami kenaikan kursi tertinggi sebesar 100 persen. Diketahui pemilu lalu, PKS hanya mendapatkan 5 kursi DPRD.
Berikut ini jumlah kursi DPRD Kabupaten Bekasi Periode lalu (2014-2019):
Golkar: 10 kursi
PDIP: 8 kursi
Gerindra: 7 kursi
PKS: 5 kursi
PAN: 5 kursi
Demokrat: 5 kursi
PPP: 3 kursi
Nasdem: 3 kursi
Hanura: 2 kursi
PKB: 1 kursi
PBB: 1 kursi
Dari perbandingan kedua data ini, ditemukan juga fakta-fakta lain, yaitu:
Golkar turun 3 kursi
Partai pemenang pilkada selama dua periode ini mengalami penurunan kursi yang cukup signifikan sebesar 25 persen lebih. Dari 10 ke 7 kursi. Bisa jadi ini efek dari ditangkapnya Neneng Hasanah Yasin karena korupsi suap Meikarta.
PDI-P turun 1 kursi
Meski kembali memenangkan kursi presiden RI di tingkat pusat, perolehan suara dan kursi PDI-P di Kabupaten Bekasi mengalami pemunduran.
Demokrat naik 1 kursi
Setelah kehilangan banyak kursi DPRD di tahun 2014, tahun ini Demokrat Kabupaten Bekasi kembali bangkit. Memang cuma satu kursi namun cukup berarti. Mengindikasikan partai ini cukup solid meski ditinggalkan mantan ketuanya yaitu Rochim Mintareja ke Partai Nasdem.
PPP turun 1 kursi
Seperti di Kota Bekasi, di Kabupaten pun PPP mengalami menurunan. Partai ini pada pemilu 2019 “dihukum umat” karena posisinya saat kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Nasdem turun 2 kursi
Meski kedatangan gerbong kader Demokrat yang masuk ke partai ini seperti Rochim Mintareja dan Taih Minarno, namun nyatanya tidak menambah kursi, justru yang ada malah turun.
Hanura menghilang
Hanura harus mengucapkan selamat tinggal untuk sementara dari DPRD Kabupaten Bekasi. Penurunan suara Hanura hampir merata di delusel daerah akibat dualisme kepemimpinan di tingkat pusat.
PKB dan PBB tetap.
PKB dan PBB Kabupaten Bekasi Istiqomah dengan satu kursi. Sementara itu, publik Kabupaten Bekasi juga harus mengucapkan selamat datang untuk satu kader Perindo di DPRD.
(eas)











