BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 12 Agu 2019 10:23 WIB ·

SIT Taskia Ajarkan Siswa Peduli Sosial Lewat Berkurban


 SIT Taskia Ajarkan Siswa Peduli Sosial Lewat Berkurban Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Yayasan SIT Prestasi Cendikia, Desa Karangsatria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi menyelenggarakan acara Taskia Berkurban bertajuk ‘Tingkatkan Kepedulian Melalui Berkurban’ Senin, (12/8/2019).

Kepala Sekolah SDIT Prestasi Cendikia (Taskia) Rina Riyana, mengatakan acara ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan di lingkungan sekolah guna membangun kepedulian siswa dan mengenal nilai-nilai sosial masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kepedulian dan belajar mengenal nilai nilai sosial serta menumbuhkan rasa empati kepada sesama masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain itu sekolah juga mengadakan penggalangan donasi bantuan untuk pembangunan masjid di Lombok yang beberapa waktu lalu terkena bencana gempabumi. Dana yang berhasil dikumpulkan sebanyak 11 juta rupiah yang langsung disumbangkan melalui lembaga kemanusiaan Rumah Infaq.

Kepala sekolah berharap siswa siswi bisa belajar ikhlas dalam beramal, disiplin dalam segala aktivitas, sehingga bisa tercapai target mereka melaksanakan tugas hafalannya 3 juz selama di sekolah.

“Rangkaian acara hari ini pemotongan 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing dari siswa yang nantinya 534 kantong daging kurban
akan dibagikan kepada 108 kepala keluarga bagi warga RT 5 dan 8,” ungkap Rina.

Sementara itu, acara juga diwarnai dengan penampilan dongeng edukasi oleh Kak Dimas, ia menyampaikan terkait motivasi berkurban dan nilai nilai keikhlasan seorang kakek penjaga pintu perlintasan rel kereta api yang berkurban dari uang receh yang ia kumpulkan selama bertahun tahun.

“Ia malu kepada Nabi Ibrahim yang mau mengorbankan anaknya yang ditunggunya bertahun tahun lamanya karena perintah Allah. Si Kakek takut dengan ancaman rasulullah yang tidak berkurban tidak boleh mendekati masjid Rasulullah (nabawi),” kata Kak Dimas dalam dongengnya .

Untuk memeriahkan acara pihak sekolah juga menghadirkan 2 orang hafidz cilik yang merupakan finalis Hafidz Cilik Indonesia program RCTI ananda Lukman dan Salman agar memotifasi dan menginspirasi para siswa untuk menghafal. (denis)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru