BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 8 Agu 2019 07:55 WIB ·

Aleg PKS Tanggapi Banyaknya Karyawan Outsourcing di PLN


 Aleg PKS Tanggapi Banyaknya Karyawan Outsourcing di PLN Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Padamnya listrik di sebagian besar Pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019) lalu membuka tabir yang tidak banyak diketahui publik. Ternyata Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama ini mempekerjakan ribuan karyawan berstatus outsourcing.

“Yang luput dari perhatian, di balik setiap padamnya listrik, yang bekerja keras untuk memulihkan agar listrik kembali menyala adalah pekerja outsourcing PLN. Para pekerja outsourcing PLN ini tersebar di semua wilayah di Indonesia. Sebagian besar dari mereka bekerja di pelayanan teknik. Mereka lah yang bekerja keras untuk memulihkan jaringan ketika ada gangguan,” ungkap Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI), Slamet Riyadi dalam rilis yang diterima bekasimedia.com, Kamis (8/8/2019).

Saat ini SPEE FSPMI memiliki ribuan anggota outsourcing PLN yang tersebar di 84 unit kerja di seluruh Indonesia.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, drh Slamet menuturkan banyak yang harus dikoreksi dan dievaluasi dari manajemen PLN.

“Dari kejadian blackout kemarin mestinya menjadi titik awal untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Termasuk status karyawan outsourching tersebut,” kata drh Slamet kepada bekasimedia.com melalui sambungan telepon, Kamis (8/8/2019).

Pada prinsipnya, menurut aleg yang kembali lolos ke DPR RI dari Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini, perlakuan kepada karyawan harus adil. Selama ada ketidakadilan, maka kebangkrutan itu tinggal mengunggu waktu saja.
Slamet menambahkan, telah lama dirinya di Komisi VI DPR RI merekomendasikan agar Kementerian BUMN membenahi sistem ketenagakerjaan di perusahaan listrik tersebut. (eas)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru