BEKASIMEDIA.COM – Padamnya listrik di sebagian besar Pulau Jawa pada Minggu (4/8/2019) lalu membuka tabir yang tidak banyak diketahui publik. Ternyata Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama ini mempekerjakan ribuan karyawan berstatus outsourcing.
“Yang luput dari perhatian, di balik setiap padamnya listrik, yang bekerja keras untuk memulihkan agar listrik kembali menyala adalah pekerja outsourcing PLN. Para pekerja outsourcing PLN ini tersebar di semua wilayah di Indonesia. Sebagian besar dari mereka bekerja di pelayanan teknik. Mereka lah yang bekerja keras untuk memulihkan jaringan ketika ada gangguan,” ungkap Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI), Slamet Riyadi dalam rilis yang diterima bekasimedia.com, Kamis (8/8/2019).
Saat ini SPEE FSPMI memiliki ribuan anggota outsourcing PLN yang tersebar di 84 unit kerja di seluruh Indonesia.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, drh Slamet menuturkan banyak yang harus dikoreksi dan dievaluasi dari manajemen PLN.
“Dari kejadian blackout kemarin mestinya menjadi titik awal untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Termasuk status karyawan outsourching tersebut,” kata drh Slamet kepada bekasimedia.com melalui sambungan telepon, Kamis (8/8/2019).
Pada prinsipnya, menurut aleg yang kembali lolos ke DPR RI dari Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini, perlakuan kepada karyawan harus adil. Selama ada ketidakadilan, maka kebangkrutan itu tinggal mengunggu waktu saja.
Slamet menambahkan, telah lama dirinya di Komisi VI DPR RI merekomendasikan agar Kementerian BUMN membenahi sistem ketenagakerjaan di perusahaan listrik tersebut. (eas)











