BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 31 Jul 2019 07:03 WIB ·

Komunikasi Cinta Pasutri


 Komunikasi Cinta Pasutri Perbesar

Berkomunikasi merupakan kebutuhan keseharian setiap orang, tidak terkecuali bagi pasangan suami istri (pasutri). Komunikasi yang terjalin mesra serta penuh dengan rasa keintiman sangat didambakan. Sehingga keharmonisan rumah tangga bisa dilakukan demi kelanggengan pernikahan.

Teori menyebutkan ada 2 jenis komunikasi yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang dikeluarkan dalam bentuk suara pada saat menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan. Dan selalu komunikasi verbal ini dibarengi dengan komunikasi non-verbalnya. Komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang disampaikan dengan gerak tubuh & ekspresi muka.

Masih ingat tulisan kang Iman pada tanggal 28 Juli 2019 yang berjudul CINTA ITU BERKATA-KATA?” pada paragraf terakhir “Komunikasi tidak cukup dengan ISI pesan, tapi juga harus dengan CARA menyampaikan pesan yang baik”.

Penjelasannya bahwa CARA menyampaikan pesan adalah merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan oleh siapapun ketika sedang menyampaikan pesan (ISI) kepada siapapun. Meliputi gerak tubuh dan ekpresi muka. Bermacam-macam gerak tubuh dan ekpresi muka yang dapat dilakukan, dan ini perlu dipelajari dan dipraktikkan.

Salah saru cara yang harus dikuasai dan paling menantang adalah cara mendengarkan atau Active Listening. Mendengarkan adalah tindakan aktif yang membutuhkan perhatian berlapis-lapis.

Mendengarkan dan mendengar sesuatu hal yang berbeda. Mendengar hanyalah tindakan pasif. Sementara mendengarkan adalah sebuah tindakan aktif, tidak sekadar mendengarkan kata-kata yang terucap, tapi juga memperhatikan bagaimana kata-kata tersebut keluar dari mulut kita.

Sering kali makna yang sesungguhnya justru terletak pada intonasi suara dan juga emosi yang tersimpan di balik pesan itu.

Perhatikan ketika kita berbicara pun, kita juga harus mendengarkan suara kita sendiri. Jadi mendengarkan kata-kata yang terucap sendiri dan mendengarkan kata yang terucap oleh teman bicara kita. Itu namanya Active Listening.

Apabila kita melakukan hal-hal tersebut di atas, maka akan ada gerak tubuh dan ekpresi muka yang bervariasi yang terlihat oleh teman bicara kita. Bisa dibayangkan suasananya menjadi lebih dramatik.

Jadilah suami atau istri yang dapat “mendengarkan” pasangannya setiap saat. Praktikkan dan lihat apa yang akan terjadi dalam hubungan dengan suami atau istri kita.

Klinik Pasutri kang Iman
Info layanan 0822 4066 6891

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru