BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 7 Jul 2019 09:18 WIB ·

PKS, MUI dan PBNU Sepakat Menolak Wacana Penghapusan Pelajaran Agama di Sekolah


 PKS, MUI dan PBNU Sepakat Menolak Wacana Penghapusan Pelajaran Agama di Sekolah Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Setelah sebelumnya politisi PKS Hidayat Nurwahid dan Jazuli Juwaini mengeluarkan pernyataan tegas menolak wacana penghapusan pelajaran agama di sekolah, kini pernyataan serupa muncul dari MUI dan PBNU.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D, mempertanyakan kewarasan usulan menghapus pelajaran agama.

“Waras ngga’ ya, negara yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa ko’ mau mengahapus pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama ya dimana-mana: di rumah juga di sekolah biar orang Indonesia jadi benar,” kata Kyai Cholil di akun twitternya, Jumat (5/7/2019).

Sementara itu Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menegaskan agama merupakan solusi perdamaian dunia. Karena itu, kata Robikin, jangan ada yang berpikir untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah.

“Melalui agama Tuhan memperkenalkan dirinya, sehingga manusia mengenal sifat-sifat Tuhan. Kita mengenal Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang dan seterusnya justru karena peran agama,” kata Robikin dikutip dari Republika.

Wacana penghapusan pelajaran agama di sekolah menjadi ramai diperbincangkan pasca praktisi pendidikan Setyono Djuandi Darmono mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar menghilangkan pelajaran agama di sekolah dan menggantinya dengan pelajaran budi pekerti.

Menurutnya pendidikan agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama diluar sekolah.

Hal ini disampaikan Darmono usai bedah bukunya yang berjudul, “Bringing Civilization Together” di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

(eas)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru