BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Opini · 17 Feb 2019 10:16 WIB ·

Aksi Debat Capres Kedua: Realisasikan atau Ultimatum?


 Aksi Debat Capres Kedua: Realisasikan atau Ultimatum? Perbesar

Debat kandidat menjadi salah satu sarana penting mengenal pemimpin Indonesia untuk lima tahun mendatang. Kualitas debat yang baik akan menghasilkan gagasan cemerlang untuk menjawab setiap permasalahan yang ada. Kelayakan pemimpin Indonesia pun salah satunya mengacu pada respon yang baik terhadap pertanyaan spontan agar kita dapat mengetahui kesigapannya.

Debat kandidat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pertama yang diselenggarakan pada 17 Januari 2019 di hotel Bidakara memicu kekhawatiran dari berbagai macam pihak, Karena kualitas debat pertama dinilai tidak baik. Mulai dari kisi-kisi debat yang diberikan kepada masing-masing kandidat.

Moderator debat yang mengambil waktu sebanyak 30%, padahal di Amerika saja moderator hanya mendapatkan waktu 8%. Jawaban dari masing-masing kandidat yang masih tidak sesuai dengan substansinya. Bahkan, saling menyerang antara satu dengan yang lainnya.

“Perlu adanya debat kandidat yang berkualitas agar masyarakat dapat menentukan pilihannya sesuai dengan ide dan gagasan yang dibawa oleh masing-masing kandidat.
Kami dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) regional BEM Se-Jabodetabek dan Banten (BSJB) menginginkan adanya debat kandidat yang berkualitas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Koordinator Wilayah BSJB, Muhamad Abdul Basit dalam pesan tertulisnya, (17/2/2019).

Pada debat kandidat yang pertama, BEM SI telah melakukan aksi di Hotel Bidakara yang bertajuk #DebatCapresDiKampus.
Lalu esok harinya melakukan aksi kembali di KPU RI untuk menindaklanjuti surat audiensi yang telah kami kirimkan lebih dari dua kali, namun tidak ada balasan dari KPU RI.

“Saat aksi sudah diselenggarakan pun, KPU RI melalui bagian humasnya menjanjikan untuk menerima audiensi langsung dengan ketua KPU RI melalui surat perjanjian yang telah ditandatangani diatas materai. Namun, sampai saat ini masih belum ada jawabannya,” ujar Koordinator Lapangan Aksi, Erfan Kurniawan.

Oleh karena itu, para mahasiswa ini meminta kepada KPU RI untuk melaksanakan debat kandidat ke-5 diadakan di kampus dengan melibatkan secara aktif civitas akademika kampus dan masyarakat.

1000 orang telah menandatangani melalui petisi di banner untuk meminta adanya debat capres dikampus dengan melibatkan secara aktif civitas akademika kampus dan masyarakat. Jika ini tidak segera direalisasikan, maka kami dari BEM SI regional BSJB akan melakukan ultimatum kepada KPU RI yang tidak profesional terhadap segala janjinya untuk menyelenggarakan pemilu yang baik dan berkualitas.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Rekonstruksi Penanganan Fakir Miskin di Indonesia: Mengganti “Bantuan” dengan “Kemandirian”

18 Maret 2026 - 13:12 WIB

Kosmetik Ilegal di Etalase Digital: Cantik Sesaat, Rusak Selamanya

10 Maret 2026 - 17:56 WIB

Ekonomi Kita Tumbuh, Tapi Siapa yang Benar-benar Merasakan?

29 Januari 2026 - 08:37 WIB

Ketika Rentenir Lebih Dekat daripada Negara

27 Januari 2026 - 10:43 WIB

Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Saatnya Tobat Ekologis

1 Januari 2026 - 15:52 WIB

Mengapa Anak Sulit Mengungkapkan Pikiran? Perspektif Neuropsikolinguistik

23 Desember 2025 - 14:36 WIB

Trending di Opini