BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Opini · 13 Feb 2019 13:12 WIB ·

Anies dan Aher, Korban Agenda Setting Media Arus Utama?


 Foto: istimewa/inilah.com Perbesar

Foto: istimewa/inilah.com

Oleh: Pipin Sopian
Ketua Departemen Politik DPP PKS
Juru Bicara Nasional Prabowo Sandi
Calon Anggota DPR RI PKS Dapil Kab Bekasi, Purwakarta, Karawang

Karena diduga tidak disukai media, banyaknya prestasi Gubernur DKI Anies Baswedan saat ini seakan-akan biasa dan tiada. Kondisi yang sama pernah dialami Gubernur Jabar dari PKS, Kang Ahmad Heryawan. Prestasinya banyak tapi sepi pemberitaan. Bayangkan jika eks-Gubernur DKI Ahok yang mendapatkan prestasi yang sama, mungkin hampir semua TV, radio, dan media online akan memberitakannya berhari-hari.

Ini yang disebut dengan agenda setting media atau framing. Media punya kemampuan untuk meramaikan hal kecil dan menyembunyikan hal besar. Mereka bisa menyembunyikan fakta tersangka korupsi 5,8 trilyun yang dilakukan bupati pendukung partai penguasa. Tergantung agenda tersembunyi yang mereka miliki.

Sekarang ada media sosial. Setiap kita adalah produser, pemred, redaktur, editor, jurnalis, dan marketing, bagi media sosial kita sendiri. Gunakan untuk mempublikasi kebaikan dan prestasi, pejabat yang baik dan mengungkap keburukan pejabat bejat yang disembunyikan media.

Media sosial telah membuat rezim yang berkuasa dan pemilik TV kewalahan. Di Malaysia, kemenangan Tun Mahatir atas PM Najib adalah kemenangan media sosial atas media arus utama. Kendati hampir semua TV nasional Malaysia setiap hari mengabarkan prestasi PM Najib, tetapi peran gerakan-gerakan sosial oposisi melalui media sosial mampu menumbangkan koalisi Barisan Nasional yang berkuasa lama.

Di Purwakarta, kasus dugaan korupsi dana perjalanan dinas 45 anggota DPRD Kabupaten Purwakarta yang saat ini menjabat juga sepi dari pemberitaan. Akibatnya mayoritas masyarakat Purwakarta tidak tahu bahwa ada dugaan korupsi berjamaah di Purwakarta yang berpotensi membuat pengawasan terhadap pemerintahan tidak berjalan dengan baik.

Ini saatnya, kita semua mengambil bagian dalam sejarah Republik ini untuk mempropagandakan kebaikan dan prestasi pemimpin yang baik seperti Mas Anies dan Kang Aher ke masyarakat. Jadilah relawan media sosial untuk capres dan partai yang berpihak kepada kepentian rakyat dan umat. Beritakanlah keburukan pemimpin yang khianat atas amanah rakyat. Tapi jangan beritakan hoax, fitnah, karena selain melanggar hukum positif, juga berdosa. Semoga bermanfaat. []

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Rekonstruksi Penanganan Fakir Miskin di Indonesia: Mengganti “Bantuan” dengan “Kemandirian”

18 Maret 2026 - 13:12 WIB

Kosmetik Ilegal di Etalase Digital: Cantik Sesaat, Rusak Selamanya

10 Maret 2026 - 17:56 WIB

Ekonomi Kita Tumbuh, Tapi Siapa yang Benar-benar Merasakan?

29 Januari 2026 - 08:37 WIB

Ketika Rentenir Lebih Dekat daripada Negara

27 Januari 2026 - 10:43 WIB

Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Saatnya Tobat Ekologis

1 Januari 2026 - 15:52 WIB

Mengapa Anak Sulit Mengungkapkan Pikiran? Perspektif Neuropsikolinguistik

23 Desember 2025 - 14:36 WIB

Trending di Opini