BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 16 Des 2018 00:48 WIB ·

Dirgantara Wicaksono: Langkah Preventif Terapkan Internet Sehat Lewat Rancangan Pembelajaran


 Dirgantara Wicaksono: Langkah Preventif Terapkan Internet Sehat Lewat Rancangan Pembelajaran Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Pengamat Pendidikan Kota Bekasi, Dirgantara Wicaksono menyatakan sekarang ini sudah masuk ke era liquid society di mana masyarakat terutama generasi muda bisa dengan bebas mengakses segala hal. Apa yang ingin diperbuat, apa mimpi dan harapan, sekarang bisa diatur lewat internet.

Dengan perkembangan di bidang teknologi informasi ini, ia mengimbau kepada para pendidik atau agent of change pada umumnya untuk mengantisipasi ini tidak hanya dengan penyuluhuan semata, tetapi memasukkan hal-hal terkait internet sehat ke dalam rancangan pembelajaran (instructional design).

“Bagaimana para pendidik ini, agent of change dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi bisa mengantisipasinya dengan tidak hanya melakukan penyuluhan, tetapi memasukkan ke rancangan pembelajaran, kita masukan hal-hal yang dapat menerapkan internet positif salah satunya dalam pencarian data, kita sisipkan nilai moralitas, spiritualitas sesuai KI 1 dalam kurikulum 2013,” jelasnya seusai menghadiri Diskusi Publik Internet Sehat Generasi Milenial, di Bekasi Barat (15/12/2018).

Karena kata Dirgantara, agama bisa menjadi benteng, meng-counter hal-hal buruk. Indonesia yang mayoritas muslim, tidak bisa hanya mengarahkan melalui melalui ucapan. Namun sebagai langkah preventif, dimulai dari gurunya memberi contoh.

“Dimulai dari guru saya mohon tidak hanya melarang buka situs ini dan itu, sedangkan gurunya sendiri malah masih membawa HP di kelas, misalnya, ya paling tidak dengan percontohan, memasukan nilai-nilai tadi, seperti di dalam kurikulum 2013 KI 1 tadi masuk ke dalam rancangan pembelajaran, agar anak tersadarkan. Saya kira ini akan efektif,” ujar pria yang akrab disapa Bombom ini.

Dengan pelarangan, kata Dirgantara justru malah akan mengantitesakan. Anak-anak justru akan semakin penasaran mencari tahu meskipun bukan dari gawai miliknya.

Dengan demikian untuk menghadapi generasi milenial ini ia juga meminta agar para guru tidak gagap teknologi (gaptek) dan gampang menyerah malah membebaskan anak bermain gadget sendiri. Ia tetap menekankan pentingnya pengawasan saat anak berselancar di dunia maya. (anr)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru