BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 25 Nov 2018 13:10 WIB ·

PAHAM Indonesia Bekasi Raya Gelar Training Advokasi


 PAHAM Indonesia Bekasi Raya Gelar Training Advokasi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Paham) Indonesia Bekasi Raya menggelar kegiatan training dasar advokasi pada Ahad (25/11/2018) di Yayasan Binaul Ummah, Margahayu, Bekasi Timur.

Menurut Ketua Paham Bekasi Raya, Basrizal, Training ini rutin dilakukan. Tujuannya sebagai sarana pembekalan maupun sarana rekruitmen bibit-bibit penerus Sumber Daya Manusia di Paham.

“Diharapkan nantinya para peserta ini terlibat aktif sebagai relawan di Paham Indonesia,” ujarnya kepada Bekasimedia.com.

Antusiasme peserta cukup baik terutama datang dari kalangan mahasiswa dan sarjana.

“Pesertanya sebagian mahasiswa dan sarjana. Kali ini kita ambil berbagai jurusan, bukan hanya hukum. Karena kita tahu dan menyadari persoalan hukum itu tidak berdiri sendiri tapi terkait juga dengan persoalan yang lain seperti sosial ekonomi dan lain-lain,” jelasnya.

Basrizal melanjutkan, karena praktik penanganan perkara di lapangan itu beragam, misalnya masalah keluarga, maka berhubungan dengan agama oleh karena itu perlu merekrut, misalnya, mahasiswa syariah.

“Kan tidak semua lawyer menguasai itu makanya perlu ahli yang paham. Karena menyangkut persoalan psikologi, karena persoalan rumah tangga kan tidak lepas dari psikologi, baik korban maupun pelaku,” tambahnya.

 

JUNJUNG TINGGI RELIGIUSITAS

Dalam bekerja, Basrizal menyatakan Paham Bekasi Raya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas.

“Kita mencoba berbeda, dalam arti, karena salah satu nilai perjuangan itu, adalah religiusitas. Para aktivis paham tidak boleh lepas dari aktivitas agama. Harus bisa jadi rahmatan lilalamin. Dia harus bermanfaat bagi dirinya, bagi lingkungannya, bukan sebagai sarana profesi saja. Tapi bagaimana kita mengedukasi masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan pandangan advokat jangan menjadikan masyarakat sebagai sebagai sumber rezeki, justru harus jadi sasaran edukasi, misalnya dalam kasus perceraian, seorang advokat baiknya ikut membantu mencari solusi (problem solving) terlebih dahulu sebelum membawa kasus ke pengadilan.

Saat ditanya apa saja kasus besar yang pernah ditangani, Paham Bekasi Raya menyatakan sampai saat ini masih masalah pribadi orang perorang saja.

“Karena Paham Bekasi masih baru, belum ada masalah yang menonjol yang berpengaruh ke masyarakat banyak. Masih banyak perkara yang privat. Tapi di luar itu para aktivisnya menangani beberapa kasus misalnya sengketa Pilkada, pengungsi Rohingya, Palestina dan lain-lain,” jelasnya.

Sebagai Insan Paham, Basrizal mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan yang kontraproduktif, misalnya menyebarkan berita hoax apalagi menjelang gelaran Pileg dan Pilpres 2019. (dns)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru