BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 19 Mar 2018 15:54 WIB ·

Menjadi Suami & Istri karena Ilmu bukan karena Menikah (Bagian 1)


 Menjadi Suami & Istri karena Ilmu bukan karena Menikah (Bagian 1) Perbesar

Menikah adalah harapan semua baik laki-laki maupun perempuan. Ada laki-laki atau perempuan menikah pada waktunya, ada juga yang “telat menikah”.

Menikah itu adalah sebuah rezeki yang bisa diusahakan. Oleh karena itu, berusahalah semaksimal mungkin untuk mencari jodoh.

Menikah itu perlu ilmu. Pertama, akil baligh, yaitu seseorang yang sudah mempunyai kemampuan secara seksual (laki-laki dengan mimpi basahnya, Perempuan dengan haidnya). Tidak hanya punya kemampuan seksual, kedua baik laki-laki maupun perempuan harus ada persiapan mental.

Mental ini sangat perlu dipersiapkan, karena menikah itu membawa nikmat dan musibah juga. Naik turunnya performa pernikahan, butuh perjuangan yang dinamis dari individunya.

Apabila menikah dengan harapan (ekspektasi) lantas harapan tersebut tidak terpenuhi, lama-lama pernikahan terasa seperti musibah. Jika menikah berharap; “lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor dicuciin”, itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak, tukang pijit dan tukang cuci.

Persiapan mental ini juga diperlukan untuk mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Pernikahan perlu semangat. Bagaimana agar bersemangat? Harus ada obsesi atau tujuan dari pernikahan itu sendiri. Dengan obsesi yang baik dan positif akan membuat tindakan-tindakan kita menjadi terarah, betul?

Persiapan mental untuk menikah yang baik antara lain, bagaimana seorang suami atau seorang istri atau seorang ayah atau seorang ibu berjuang untuk dapat men-surga-kan keluarganya. Bagaimana seorang suami atau seorang istri bisa saling berempati satu sama lain, bagaimana mereka bisa menjaga komunikasi agar tetep harmonis sampai kakek dan nenek hingga maut memisahkan.

Perlu diingat, akad nikah merupakan komitmen paling mulia yang ada di muka bumi karena berjanji atas nama Allah SWT, jadi perjuangkanlah.

(bersambung)

Penulis: Kang Iman – Konsultan & Terapi Keluarga, Klinik Aromata Smile House Bandung, Info layanan hub. 0822 4066 6891 / 0822 1744 1162

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru