BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 6 Sep 2018 14:14 WIB ·

Ketua DPC PKB Kota Bekasi Tagih Janji Gubernur Jawa Barat Soal Perda Pesantren


 Ketua DPC PKB Kota Bekasi Tagih Janji Gubernur Jawa Barat Soal Perda Pesantren Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri menagih janji Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil untuk merealisasikan Perda pondok pesantren terkait Bosda.

Hal itu ia katakan kepada bekasimedia.com di ruang kerjanya, komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Kamis (6/8/2018)

“Ini menjadi momentum bagi Gubernur Jawa Barat terpilih, Kang Emil setelah selama 2 periode dipimpin oleh kang Aher sehingga style nya akan berbeda dan ini menjadi bagian dari memperkaya pembangunan di Jawa Barat,” ujarnya.

Ridwan Kamil, kata Ustuchri memiliki pengaruh yang sangat kuat di media sosial, kaum milenial terutama karena gaya kepemimpinan yang teknokratik, lebih mengutamakan inovasi, “dan kita berharap yang pernah ia lakukan di Bandung dilakukan juga di Jawa Barat tentu dengan penyesuaian untuk kebutuhan lokal,” tegasnya.

Berkaitan dengan Perda pondok pesantren, dirinya mengatakan bahwa di Jawa Barat itu luar biasa perkembangan pondok pesantrennya, di kampung dan perkotaannya.

“Ciri khas santri Jawa Barat ini kan termasuk santri yang sangat kuat, beda cirinya dengan santri Jawa Tengah dan Jawa Timur termasuk soal budaya, sejarah dan lain sebagainya,” katanya.

Santri Jawa Barat, kata Ustuchri terkenal ekspresif, sebagai contoh banyak peristiwa nasional dimotori oleh para santri, misalnya sewaktu ramai-ramai melakukan aksi long march di Monas. ramai-ramai panglima santrinya jadi wapres long march.

“Saya melihat itu juga bagian dari keinginan untuk mengekspresikan eksistensi diri mereka dan mereka juga ekspresif,” sambungnya.

Kedua, kata ketua DPC PKB kota Bekasi ini adalah perhatian pemerintah daerah terhadap pesantren masih parsial.

“Kalau Jokowi kemaren sudah launching tahun depan 1000 balai latihan kerja untuk pesantren di seluruh Indonesia, nah kang Emil semestinya sesuai dengan janjinya mengikuti seperti itu,” imbuhnya.

Bosda pesantren ini juga menjadi bagian janji kampanye dan saya kira juga ini sangat esensial karena kita tahu pendidikan pesantren ini dari oleh untuk kepentingan masyarakat. dan orientasinya tidak ada yang profit, “kalau dibilang pesantren itu ada golongan elite padahal mereka juga ada dari kalangan menengah ke bawah. Ada juga bagian yang melayani kelas-kelas atas karena kebutuhan masyarakat,” ujarnya kemudian.

Bosda ini, kata Ustuchri diharapkan dapat menutup gap itu selain karena pesantren memang memberikan sumbangsih besar, sudah jelas terbukti dari zaman pra kemerdekan hingga hari ini. (Dns)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru