BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 24 Agu 2018 16:28 WIB ·

Kunker DPRD Ngawi ke DPRD Kota Bekasi Bahas Pendidikan dan Kesehatan


 Kunker DPRD Ngawi ke DPRD Kota Bekasi Bahas Pendidikan dan Kesehatan Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – DPRD Kota Bekasi menerima kunjungan kerja Anggota Komisi II dan IV DPRD Ngawi pada Jumat (24/8/2018). Kedatangan anggota DPRD Ngawi diterima oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Daryanto di Ruang Aspirasi DPRD Kota Bekasi, jl. Chairil Anwar, Bekasi Timur.

Daryanto menyatakan dalam kunjungan tersebut kedua pihak membahas infrastruktur, pendidikan dan pelayanan kesehatan. Selain itu, anggota DPRD Ngawi tertarik dengan program Kartu Sehat berbasis NIK yang dinilai berjalan baik di Kota Bekasi.

Kendati demikian, kata Daryanto tidak dapat dimungkiri, masih banyak problem yang dijumpai di lapangan seperti pelayanan di Puskesmas, rawat inap hingga perbedaan pelayanan di rumah sakit umum daerah dan swasta jika dilihat dari besar biaya yang harus ditanggung pasien.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan perlu pembinaan yang baik agar para dokter yang ditugaskan di wilayah-wilayah misalnya Puskesmas, klinik bersalin, dokter kulit, gigi dan lain-lain bisa maksimal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Jika kita kalkulasikan, berapa bayarnya Misalnya ke RS Swasta, misal sekali berobat harus membayar jasa dokter, biaya RS, obat dan lain-lain deal-nya misalnya ratusan ribu. Kalau untuk puskesmas kan hemat, tinggal di-hire dokternya,” ujarnya.

Akan tetapi, kata Daryanto program yang sudah berjalan baik di kota Bekasi belum tentu bisa diaplikasikan di daerah lain jika budget yang dimiliki daerah tersebut minim.

“Mereka juga menanyakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita, menanyakan masalah program kesehatan, yang ini kan masalah KS ini, saya kira kalau anggaran mereka tidak besar, akan sulit,” ujarnya.

Selain membahas pelayanan kesehatan, kedua pihak juga sharing masalah pelaksanaan PPDB Online serta masalah-masalah yang terjadi selama proses berlangsung. Daryanto mengungkapkan masalah yang dijumpai kerap serupa, oleh karena itu ia menilai masih banyak hal yang perlu dievaluasi bersama. (ADV)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru