BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 16 Jul 2018 11:29 WIB ·

Raih Peringkat 5 Besar, Pelajar di Kota Bekasi Putus Sekolah Karena Ijazah Ditahan


 (kiri) Izam Sari dan Cindy kirana Sari,
 (Kanan) Warisah dan Nur Sagita Perbesar

(kiri) Izam Sari dan Cindy kirana Sari, (Kanan) Warisah dan Nur Sagita

BEKASIMEDIA.COM – Di tengah hiruk pikuk pelajar di hari pertama masuk sekolah, dua orang remaja perempuan di kota Bekasi harus rela tidak melanjutkan sekolah lantaran ijazah masih ditahan. Adalah Nur Sagita dan Cindy Kirana Sari, dua pelajar asal Bekasi Jaya yang terpaksa tidak bisa melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas karena belum membayar tunggakan SPP SMP sehingga belum boleh mengambil ijazah mereka.

Nur dengan Cindy yang selama tiga tahun telah menyelesaikan masa sekolah menengah pertama di salah satu SMP sekitar Bekasi Jaya tersebut mengaku sedih karena hanya bisa melihat teman-temannya mulai masuk sekolah.

Saat ditemui di kediaman keduanya, kontrakan di Jl. K.H. Mas Mansyur RT 05/RW 01, Bekasi Jaya, Bekasi Timur pada Senin (16/7/2018), Warisah, ibu dari Nur Sagita dan Izam Sari ibu dari Cindy membenarkan bahwa ijazah dan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) tidak dapat diambil karena mereka belum mampu melunasi tunggakan pembayaran sekolah.

“Pihak sekolah tidak mau memberikan kalau tidak dilunasi dia nggak mau kalau baru setengah-setengah maunya sekalian brek semuanya gitu,” kata Warisah.

Adapun tunggakan pembayaran yang belum terselesaikan dari 2 pelajar tersebut sebesar 5 juta rupiah.

Kedua ibu tersebut berharap anaknya masih bisa melanjutkan sekolah, belum lagi memang keduanya meraih NEM yang tidak buruk dan Nur Sagita bahkan bisa berada di jajaran peringkat 5 besar di sekolahnya dulu.

“Setidaknya bisa minta fotokopiannya dulu untuk bisa lanjut sekolah tetapi pihak sekolah tetep tidak bisa memberi karena katanya trauma yang sudah-sudah katanya nggak diambil ijazahnya,” tambah Izam Sari.

Kedua orangtua pelajar tersebut hanya mampu berharap anak-anaknya bisa melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas. (cj/pon)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru