BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 7 Jul 2018 14:07 WIB ·

BPOM: Susu Kental Manis bukan Pelengkap Gizi


 BPOM: Susu Kental Manis bukan Pelengkap Gizi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Selama ini masyarakat hanya mengetahui bahwa minuman bermerek ‘Susu Kental Manis’ benar-benar susu yang bisa membantu menjaga kesehatan juga sebagai penambah gizi. Karena harganya murah, mampu dibeli oleh masyarakat kecil dan menengah, susu Kental Manis menjadi pertimbangan sendiri untuk asupan gizi anak-anak mereka. Nyatanya, Susu Kental Manis jika dilihat nilai gizi yang terkandung di dalamnya hanya sedikit.

Beberapa kasus pernah terjadi karena ketidaktahuan masyarakat mengenai nilai susu yang ada di dalam Susu Kental Manis. Sebut saja kasus di Kendari, Sulawesi pada Februari 2018

Menurut sang ibu, dia memberikan susu kental manis karena tak sanggup beli susu bayi yang harganya sangat mahal. Karena penghasilan sang suami yang bekerja sebagai pemulung membuat keluarganya harus berhemat.

Sebelumnya, di rumah sakit yang sama, kasus gizi buruk akibat pemberian susu kental manis juga menimpa dua bayi. Mereka Muhammad Adam Syahputra (7 bulan) dan Arisandi (10 bulan).

Setelah sekian lama barulah BPOM mengeluarkan pernyataan terkait Susu Kental Manis. Menurut Humas BPOM, Fathan saat dihubungi Sabtu (6/7/2018), Susu Kental Manis memang mengandung susu tetapi tidak bisa menjadi penambah gizi.

“SKM tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi,” katanya.

Hal itu juga dijelaskan dalam rilis BPOM bahwa karakteristik jenis SKM adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 8% dan kadar protein tidak kurang dari 6,5% (untuk plain). Susu kental dan analog lainnya memiliki kadar lemak susu dan protein yang berbeda, namun seluruh produk susu kental dan analognya tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi.

Sehingga dianjurkan jika ingin mengonsumi Susu Kental Manis bukan sebagai pengganti gizi tetapi untuk penambah makanan.

“Susu kental dapat digunakan untuk topping dan pencampur pada makanan atau minuman (roti, kopi, teh, coklat, dll),” ujar Fathan menambahkan.

Sehingga bila selama ini ada masyarakat yang ingin menggantikan ASI dengan Susu Kental Manis justru tidak benar. Karena dilihat dari nilai gizinya kurang dari ASI. Apalagi jika ada yang ingin memakai SKM untuk sebagai pengganti gizi, justru nilai gula SKM bisa membuat tubuh gemuk dan diabetes, karena lemak susunya bisa mencapai 8 persen. (I)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru