BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 16 Mei 2018 11:15 WIB ·

Jelang Ramadhan, Nur Supriyanto ‘Nyekar’ ke Makam Mertua


 Jelang Ramadhan, Nur Supriyanto ‘Nyekar’ ke Makam Mertua Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Menjelang Ramadhan, Calon Wali kota Bekasi, Nur Supriyanto nyekar, ziarah bersama Istrinya Ida Rustini di Tempat Pemakaman Umum Padurenan, Mustika Jaya, Bekasi.

Sehari sebelum Ramadhan Pria asal Tegal tersebut selalu melakukan nyekar-an. Hanya saja selama dua tahun terakhir ini ia melakukan nyekaran ke peristirahatan terakhir almarhum mertuanya.

“Iya, sebelum ramadhan biasanya, saya sekeluarga ziarah ke orangtua. Namun, selama dua tahun terakhir di sini” katanya, Rabu (16/5/2018).

Nur Supriyanto beralasan selalu melakukan ziarah dan ini ia ajarkan ke anak-anaknya sejak mereka kecil.

“Hari Minggu kemarin saja, anak-anak saya sudah ziarah ke makam mertua. Namun, kami enggak bisa ikut. Baru hari ini bisa,” ujar pria asal Tegal ini.

Diketahui mertua calon Wali kota Bekasi Nur Supriyanto meninggal saat menempati rumahnya yang baru di Perumahan Taman Nirwana. Ibu dari istrinya, H Kartini meninggal saat bulan Ramadhan di tahun 2016. Setahun setelah itu dibulan Ramadhan juga menyusul suaminya, Muhammad Idrus.

Bagi pasangan suami istri, Nur Supriyanto. Mertua mereka sangat mereka hormati. Bukan itu saja ternyata punya rahasia tersendiri yang baru diketahui saat mereka meninggal.

“Saat bapak mertua meninggal banyak orang berdatangan ke rumah mencari bapak. Ternyata mereka adalah orang-orang yang dibantu bapak tanpa sepengetahuan keluarga,” katanya.

Mereka beralasan, kata Nur Supriyanto, selalu diberikan bantuan oleh H. Muhammad Idrus. Namun, tiba-tiba bantuan tersebut berhenti.

“Bertanyalah mereka dan menceritakan kebaikan-kebaikan bapak,” katanya.

Bagi Nur Supriyanto, mertuanya mempunyai peran penting dalam kehidupan dan keluarganya.

“Anak-anak kami sangat dekat dengan kakeknya. Khususnya Afif itu sangat dekat dengannya,” tambahnya.

Sedangkan ayahnya sendiri, Nur Supriyanto menyataka kedekatannya saat beliau muda.

“Ayah meninggal sebelum saya menikah. Jadi istri dan anak-anak tidak mengetahui sosoknya dan karakternya seperti apa,” katanya.

Namun, ia menceritakan bahwa ayahnya itu adalah seorang yang agamis dan dekat dengan keluarga.

“Sedari kecil, Ayah saya selalu mengajak ke Masjid dan mengaji,” curhatnya.

Itulah mengapa karakter Nur Supriyanto yang agamis dan dekat dengan keluarga. Karena dibentuk oleh orang-orang terdekatnya seperti mertua, dan ayahnya. Mereka memang sudah meninggal tetapi menimbulkan kesan mendalam bagi Nur Supriyanto. (i)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru