BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Mar 2018 12:11 WIB ·

Mengapa Anak Tantrum?


 Mengapa Anak Tantrum? Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Rindu Rosmawati, Parenting Trainer mengatakan ada banyak hal yang membuat anak menjadi tantrum. Pertama, orangtua terlalu memaksakan anak mengikuti acara keluarga, pada saat yang bersamaan dia punya PR.

“Ketika hari libur, orangtua memaksa untuk acara keluarga padahal dia ada PR. seharusnya orangtua menanyakan adakah PR atau tidak. Malah memaksakan kehendak. Akibatnya, di hari sekolah, anak menjadi tidak mau sekolah karena belum mengerjakan PR,” katanya.

Selain masalah, itu ada tiga belas masalah lain yang membuat anak tantrum, seperti keseringan main games sehingga lupa belajar dan sholat, terlalu lama belanja ketika anak merengek pulang.

“Ibu ayo pulang,” rengek anak. Namun, Ibu berjanji sejam lagi, ya nak!, setelah sejam si ibu tetap belanja. Ini masalah karena mengajarkan anak berbohong,” katanya.

Dari keempat belas tersebut, intinya adalah cara memerintah. Jangan sering memerintah anak.

“Yang pertama didahulukan adalah kedekatan bukan memerintah. Jika anak dekat orangtua, anak akan bahagiakan orangtua kok,” katanya di hadapan peserta Training For Parenting Trainer, PT Toyota Astra, Kawasan MM 2100, Cikarang, Sabtu (11/3/2018).

Ia pun mengambil contoh anaknya bernama Faqih. Ia bercerita, saat itu Faqih pulang sekolah dan Rindu sudah menunggunya pulang.

“Tiap pulang sekolah, saya selalu mewajibkan Faqih untuk menghapal Quran. Saat itu murajaah (mengulang hafalan) At Takwir. Memang dalam murajaah saya selalu mengusahakan sudah hapal surat yang anak saya akan hapalkan. Jika tidak saya akan memberitahu jika belum hapal. Jujur kepada anak itu perlu,” katanya.

Selain itu, kata Rindu, seringlah memeluk anak. Misalnya, ketika dia bisa menghapal, bertemu ataupun melakukan kesalahan katanya.

Adapun kegiatan training for parenting untuk Sabtu (10/3/2018) ini berlangsung sampai sore. Bekerja sama dengan CSR Toyota Mutiara Hati dan U Care Indonesia
(i)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru