BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Mar 2018 02:04 WIB ·

PKS Muda: 5 Tahun Berkuasa, Jokowi Akan Wariskan Utang 19 Juta Perorang


 PKS Muda: 5 Tahun Berkuasa, Jokowi Akan Wariskan Utang 19 Juta Perorang Perbesar

Juru Bicara PKS Muda Bidang Ekonomi Politik, Muhammad Kholid memperkirakan bahwa Presiden Joko Widodo akan mewariskan utang dalam jumlah yang sangat fantastis setelah 5 tahun berkuasa nanti. Jika pengelolaan APBN seperti saat ini diteruskan, diperkirakan akan tembus di angka 5 ribu triliun di akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020 nanti. “Kalau sampai tembus 5 ribu triliun rupiah, setiap warga akan menanggung utang sekitar 19 juta rupiah per kepala.” katanya.

Kholid mencatat, menurut data Kementrian Keuangan RI bahwa posisi utang hingga akhir tahun 2017 saja sudah mencapai Rp3.938,7 triliun setara 29.2 % dari PDB. Rencananya tahun 2018 pemerintah juga akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp414,5 triliun sebagai instrumen pembiayaan. “Tahun 2018 utang pemerintah akan melebihi angka 4 ribu triliun.Ini jumlah yang tidak kecil,” ujar Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Laju pertumbuhan utang per tahun cukup pesat melampaui pertumbuhan ekonomi. Jika dirata-rata sejak 2014, pertumbuhan stok utang mencapai 14% per tahun. Tahun 2014, stok utang pemerintah sebesar Rp2.604,93 triliun setara 25,9% dari PDB. Angka ini melonjak secara signifikan menjadi Rp3.938,70 triliun setara 29,2% dari PDB. “Artinya dalam tiga tahun pemerintahan Joko Widodo, ada penambahan utang baru sebesar Rp1.333,77 triliun!”ujar pemuda kelahiran Jember, Jawa Timur ini.

Pemerintah harus lebih hati-hati dalam membuat kebijakan fiskal yang ekspansif. Harus diperhatikan betul kemampuan fiskal yang pas-pasan. “Siapa pun Presidennya nanti, apakah Pak Jokowi ataukah yang lain, dia akan mewarisi beban utang yang berat. Kedepan, ruang fiskal menjadi semakin sempit. Dan pilihan kebijakan pun akan semakin terbatas,” tutupnya. ***

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru