BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Feb 2018 23:34 WIB ·

Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Tabligh Akbar “Semangat Persaudaraan Membangun Indonesia Penuh Berkah”


 Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Tabligh Akbar “Semangat Persaudaraan Membangun Indonesia Penuh Berkah” Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Aliansi Perempuan Indonesia (ALPIND) menyelenggarakan Tabligh Akbar bertema “Semangat Persaudaraan Membangun Indonesia Penuh Berkah” di Jakarta Islamic Center, (10/2/2018).

Acara tersebut bertujuan mengenalkan sekaligus menjelaskan kepada masyarakat konsideran lahirnya Aliansi Perempuan Indonesia.

“Sejarah kegemilangan peradaban Islam membuktikan bahwa para muslimah dengan segala potensinya saling bermitra dengan para lelaki membangun peradaban Islam, tanpa perlu mendikotomikan peran domestik dan publik melekat terhadap perempuan, tanpa perlu menuntut sebuah kata “kesetaraan” yang tiada batas tetapi membangun pola relasi hubungan antara lelaki dan perempuan secara harmonis tanpa perlu merasa menjadi saingan demi membangun Indonesia yang bermartabat,” ujar Ketua Umum Aliansi Perempuan Indonesia, Atifah Hasan.

Selain itu, lanjut dia, Persaudaraan adalah penegasan komitmen dan ruh perjuangan bahwa rakyat tidak dapat menyelesaikan persoalan bangsa ini dengan sendiri- sendiri tetapi harus saling bersinergis dan menjalin kebersamaan.

“Semangat kebersamaan saja tidak cukup kalau tidak dilandasi semangat persaudaraan, kata saudara inilah yang menjadi ruh perjuangan kita para perempuan Indonesia yang tidak dibatasi satu profesi, satu suku, satu bangsa dengan semangat persaudaraan sebangsa dan setanah air. Semangat persaudaraan sebangsa dan setanah air akan menjadi kokoh dan saling menghargai saling melengkapi dan saling membutuhkan karena dilandasi oleh keyakinan akan nilai agama kita dan nilai budaya Indonesia. Ini menjadi modal sosial yang kuat bagi kita mewujudkan Indonesia yang bermartabat. Itulah komitmen kita yang tidak hanya menjadi kalimat indah didengar tapi harus kita realisasi dalam implementasi di lapangan nantinya,” imbuhnya.

Poin selanjutnya, lanjut Atifah adalah kegelisahan atas kondisi bangsa. Kompleksitas persoalan bangsa ini dalam kondisi kritis, baik dalam permasalahan sosial, ekonomi dan dekadensi moral berdampak betul terhadap ketahanan keluarga. Tingginya konflik rumah tangga yang selalu berujung perceraian yang mayoritas disebabkan masalah ekonomi, dekadensi moral generasi muda mulai pergaulan bebas, narkoba, putus sekolah, tingkat kekerasan baik itu tawuran, gang motor, dan bullying antar sesama dan kejahatan seksual, pornografi bahkan kecendrungan orientasi perilaku seksual yang menyimpang atau LGBT. Indonesia dalam keadaan darurat.

“Begitu rapuhnya ketahanan keluarga kita. Keluarga sebagai tempat penanaman nilai dan pembangunan karkter anak, ternyata gagal tidak dapat melakukan fungsi fungsi keluarga. Kemiskinan, kemajuan IT, Pengaruh budaya konsumerisme dan hedonisme yang tiap hari disajikan dan disosialisasikan secara massif melalui media berubah life style (gaya hidup), baik dalam skala individu dan keluarga, akses kerja yang sangat terbatas, dan lain-lain,” tambahnya.

Adapun fokus kerja aliansi ini fokus menggarap pembangunan ketahanan keluarga, karena hal tersebut dinilai sebagai subsistem yang paling mendasar dari subsistem sosial yang terbesar yakni negara.

“Kami meyakini ketika semua keluarga memiliki ketahanan maka akan memberikan sumbangan yang terbesar dalam pembangunan ketahanan bangsa. Kita nantinya juga akan membangun kemitraan dan kerjasama dengan berbagai elemen baik dari eksekutif, legislatif dan masyarakat dalam mewujudkan pembanguan ketahanan keluarga, sehingga akhirnya mewujudkan Indonesia yang bermartabat yang berbasis nilai agama dan budaya,” imbuh Atifah.

Diakui Atifah, fokus ini yang membedakan Aliansi Perempuan Indonesia dengan Organisasi lain yang melihat Konteks Pemberdayaan Perempuan sebagai individu sehingga apapun yang menghalangi perempuan harus dihilangkan dan jelasnya dikotomi peran perempuan antara peran publik dan domestik, tetapi Aliansi Perempuan Indonesia melihat perempuan sebagai bagian yang tidak bisa dilepaskan dari keluarga.

Tabligh Akbar ALPIND mengundang tokoh-tokoh nasional antara lain Prof Din Syamsudin, KH. Ma’ruf Amin, Dr, Hidayat Nurwahid MA, Anis Baswedan, Prof Siti Zuhro, Prof Euis Sunarti dan Tokoh Perempuan dan aktivis perempuan

Adapun terkait isu yang diusung dalam tema tabligh akbar, Atifah menjelaskan bahwa ini adalah momentum yang tepat dengan kondisi Indonesia yang sedang menghadapi permasalahan yang kompleks.

“Semangat persaudaraan menjadi modal sosial sekaligus kekuatan bagi sebuah gerakan di tengah berbagai keterbatasan dan sekat-sekat yang seharusnya tidak dominan di dalam gerakan perempuan,” pungkasnya. ***

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru