BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 21 Des 2017 14:42 WIB ·

Dr. Donna: Tak Hanya Adaptasi Teknologi, Konsep Smart City Harus Perhatikan Kearifan Lokal


 Dr. Donna: Tak Hanya Adaptasi Teknologi, Konsep Smart City Harus Perhatikan Kearifan Lokal Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Doktor Donna Sampaleng, selaku Wakil Rektor IKAT atau Himpunan Doktor Managemen Pendidikan Indonesia (HIDMAPI) usai memberikan materi pada Seminar Nasional bertema “Peran Pendidikan Menuju Smart City” mengatakan kota Bekasi akan selangkah lebih maju jika pemerintahnya mempunyai konsep kehidupan yang beradaptasi dengan teknologi.Hal itu ia sampaikan kepada awak media di Aula KH. Noer Ali, Islamic Center, kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/12/2017).

Kota Bekasi, Kata Donna merupakan kota yang strategis, selain sebagai penyangga Ibu kota Jakarta, Bekasi dikenal pesat dalam pembangunan pusat perbelanjaan/mall, hotel dan apartemen.

“Kota Bekasi akan selangkah lebih maju dan lebih baik jika pemerintah dan masyarakatnya memiliki suatu konsep kehidupan yang beradaptasi dengan teknologi, akan tetapi tidak mengenyampingkan kepentingan penduduk asli Bekasi,” terangnya.

Konsep tersebut kata Donna harus menghadirkan suatu kualitas hidup yang menghidupkan warganya bukan sebaliknya. Problemnya memang seperti itu namun memang masih menjadi polemik dan ini terjadi di mana-mana. Jika ada perubahan tentunya akan ada dampak yang ditimbulkan.

Oleh Karena itu mungkin ada masyarakat yang siap dan tidak siap dengan ragam dampak. Ada yang reaktif ada juga yang apatis. Konsepnya mungkin bagus akan tetapi belum sepenuhnya sampai kepada level paling bawah.

Lebih lanjut Dr. Donna mengatakan PR terbesar pemerintah daerah dalam membumikan Smart City terletak pada upaya pemkot Bekasi memperhatikan kearifan lokal.

“Bagaimana cara membumikan Smart City dengan memperhatikan kearifan lokal, ini PR besar buat pemerintah dan juga bagi dimensi lokal yang lain,” terangnya.

Yang harus diwaspadai adalah menghadirkan konsep kehidupan orang kaya yang hedonis, mengabaikan kearifan lokal, dan ini juga menjadi tugas akademisi, tokoh agama dan tokoh masyarakat bahkan tokoh pendidikan karena mereka yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Jadi konsep Smart City ini harus clear dahulu di antara kita sebagai akademisi sehingga 3 konsep tadi Smart Technologi, Smart Education dan Smart People bisa terwujud, kalau tidak maka hanya menjadi sebuah konsep kota di atas langit dan tidak membumi,” tutupnya. (Cj/Pon)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru