BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 8 Sep 2016 10:19 WIB ·

Evaluasi Kinerja, DPRD Kejar Tim Pengendalian BUMD Secara Marathon


 Evaluasi Kinerja, DPRD Kejar Tim Pengendalian BUMD Secara Marathon Perbesar

Bekasimedia – Rapat kerja komisi C DPRD Kota Bekasi dengan BPKAD, bagian Ekbang dan Setda terkait evaluasi kinerja BUMD tentang penyerapan anggaran tahun 2016 berlangsung kemarin, Rabu (8/9).
Anggota komisi C, Ahmad Ushtuchri menerangkan pembahasan masih belum konklusif dan pihaknya masih harus memanggil semua tim pengendali BUMD hasil bentukan Setda, sebagai awal dari upaya evaluasi secara menyeluruh terhadap semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
DPRD Kota Bekasi rencananya akan kembali memanggil tim pengendali BUMD bentukan Setda tersebut pekan depan setelah lduladha. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menilai hasil sementara pertemuannya kemarin harus ditindaklanjuti, karena komisi C ingin mendapatkan informasi lebih detil hasil kajian dari Setda, Asda 2 dan juga dari Ekbang terutama tim pengendalian BUMD.
Sementara itu rapat kerja sebelumnya yang dihadiri oleh BPKAD, Ushtuchri berkomentar bahwa BPKAD lebih kepada fungsi pencatatan, sedangkan untuk fungsi pengendalian BUMD tetap berada pada Sekda 2 dan Ekbang.
“Kalau BPKAD sesungguhnya lebih kepada fungsi pencatatan, tapi kalau pengendaliannya berada di sekda 2 dan bagian Ekbang,” katanya.
Lebih lanjut Ushtuchri mengatakan, di bagian Ekbang ada program kajian dari BUMD, dan hal itu juga yang masih didalami hasil kajian tersebut. Kajian ini melibatkan konsultan dan lainnya, oleh karena itu komisi C masih terus memanggil secara marathon tim pengendalian BUMD, karena sampai saat ini belum sampai pada konklusifnya.
Menanggapi soal deviden BUMD sejauh ini deviden yang dihasilkan oleh BUMD menurut Ushtuchri masih variatif, beberapa BUMD ada yang rutin menyumbang deviden, ada juga yang belum.
Sementara itu terkait penundaan DAU dari pemerintah pusat, Ushtuchri mengatakan hal itu akan berimplikasi ke APBD Perubahan 2016, hasil konsultasi komisi C kepada Kemenkeu khususnya Dirjen Perimbangan Keuangan Senin (5/9) kemarin menegaskan, “ini adalah penundaan yang akan dibayarkan di tahun 2017, bahkan kalau memungkinkan di akhir tahun akan dibayarkan,” imbuhnya.
APBD 2017, kata dia kalau memang piutang DAU ini dibayarkan, berarti akan ada penambahan DAU untuk Kota Bekasi, sementara itu Eksekutif sudah mengajukan Kupa PPAS 2016 yang di dalamnya tercermin pemotongan anggaran SKPD yang berkaitan atas penundaan DAU tersebut
“pengajuan Kupa PPAS baru kita terima kemarin sore dan akan kita sisir item itemnya kemudian akan diparipurnakan segera nantinya,” imbuhnya.
Menurut Ushtuchri beberapa SKPD mengalami pemotongan versi KUPA PPAS yang diajukan eksekutif, “Intinya kita mendorong pemotongan/penundaan tidak berdampak kepada program program yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tutupnya. (dns)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru