BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Opini · 15 Jan 2016 09:16 WIB ·

Perekonomian Indonesia Dalam Cengkeraman Kapitalisme Global


 Perekonomian Indonesia Dalam Cengkeraman Kapitalisme Global Perbesar

image
Oleh : Muhammad Faqih*
Sampai detik ini, globalisasi menjadi tren yang terus menggejala dalam setiap proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia menjadi tujuan komoditas global.  Pasar semakin terbuka tanpa rintangan batas teritorial.
Yang memaksakan globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat dan progres.
Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional, mengikuti kompetisi terbuka layaknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) hari ini yang membuka pasar bebas.
Hal ini menimbulkan peran kaum kapitalis semakin unggul dan membabi buta untuk meraih keuntungan dan mengakumulasi modal tanpa batas dan sekat. Dalam perkembangannya kapitalisme global ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagian orang diberbagai belahan dunia termasuk di NKRI tercinta kita.
Sebagai contoh dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi,  seseorang akan merasa ada sesuatu yang hilang jika dalam satu hari tidak melihat TV, membaca koran, ataupun membaca email dengan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.
Perkembangan kapitalisme yang semakin mengglobal dapat mendorong terjadinya berbagai kondisi baru seperti terciptanya berbagai inovasi yang memunculkan produk-produk yang ada.  Kondisi ini menyebabkan melimpahnya produk dengan harga yang relatif lebih murah, sehingga meningkatkan persaingan. Perusahaan multinasional berlomba-lomba untuk memanfaatkan keunggulan kompleks dalam suatu negara, agar dapat memenangkan persaingan tersebut.
Misalnya mengalokasikan industri yang padat karya untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang lebih murah hingga dalam proses ini muncullah berbagai perusahaan multinasional, yaitu perusahaan yang mempunyai cabang di berbagai negara. Selain itu, terjadinya arus internasionalisasi dan perputaran modal yang sangat cepat yang menembus batas ruang dan waktu. Hingga modal yang berputar tersebut bergerak tidak hanya di sektor yang produktif tetapi juga yang spekulatif.
Cengkeraman Kapitalisme
Cengkeraman kapitalisme yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian indonesia saat ini hanya melihat merk-merk terkenal dan merupakan produksi dari perusahaan besar Internasional, yang merupakan dampak dari globalisasi yang sudah terjadi di negara-negara di dunia termasuk Indonesia.
Kapitalisme yang kita harapkan hendaknya disertai persyaratan bahwa semuanya harus berfungsi sosial di sektor dan bidang lain yang sangat dan teramat kapitalis yang tidak menguntungkan individual semata.
Maka perlu diingat, bahwa sebenarnya globalisasi merupakan gerbong awal bagi kelanggengan kapitalisme, globalisasi yang membuat negara-negara pro kapitalis negara yang tidak menghambat arus kapitalisme menyatu dalam hal ekonomi, membuat para kapitalis semakin mudah dalam melancarkan strateginya untuk menguasai perekonomian.
Ironisnya kapitalisme selalu dibuat berfungsi sosial melalui berpajakan, kekayaan dan pendapatan, system jaminan sosial, sistem perburuhan dan masih sangat banyak lagi perangkat, peraturan lembaga dan sebagainya yang membuat kapitalisme berfungsi sosial.
Sejauh ini dapat dikatakan bahwa Indonesia telah memasuki kapitalisme global dalam masa sebelum krisis dan para penanaman modal asing cenderung dan meningkat.
Namun demikian, kapitalisme global juga dapat merusak perekonomian Indonesia. Pemerintah selalu mengatakan bahwa modal asing membawa masuk modal, transfer teknologi, transfer kemampuan manajemen dan membuka lapangan kerja. Namun dalam kenyataannya di lapangan, kapitalisme global cenderung hanya menguntungkan pemodal. Contoh kasus, banyak kasus pemasungan hak-hak buruh oleh pemilik modal.
Persoalan yang lebih besar dari hadirnya modal asing di Indonesia adalah apakah manfaat seluruhnya yang diperoleh pemodal asing di Indonesia dibagi secara adil antara pemodal asing dan bangsa Indonesia?
Penulis adalah Presiden Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) Jakarta

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Rekonstruksi Penanganan Fakir Miskin di Indonesia: Mengganti “Bantuan” dengan “Kemandirian”

18 Maret 2026 - 13:12 WIB

Kosmetik Ilegal di Etalase Digital: Cantik Sesaat, Rusak Selamanya

10 Maret 2026 - 17:56 WIB

Ekonomi Kita Tumbuh, Tapi Siapa yang Benar-benar Merasakan?

29 Januari 2026 - 08:37 WIB

Ketika Rentenir Lebih Dekat daripada Negara

27 Januari 2026 - 10:43 WIB

Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Saatnya Tobat Ekologis

1 Januari 2026 - 15:52 WIB

Mengapa Anak Sulit Mengungkapkan Pikiran? Perspektif Neuropsikolinguistik

23 Desember 2025 - 14:36 WIB

Trending di Opini