BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Opini · 8 Jan 2016 13:43 WIB ·

Pemerintah Kota Bekasi Setengah Hati


 Pemerintah Kota Bekasi Setengah Hati Perbesar

Opini Oleh: Syahrul Darsono*
Cerdas, Sehat dan Ikhsan. Slogan Kota Bekasi yang substansinya membawa masyarakat mendahulukan pendidikan, kebersihan dan kebaikan/berbuat baik. Kenyataan tetaplah kenyataan dan mari kita bahas satu persatu slogan itu. Pertama, berbicara kecerdasan tak luput dari pendidikan, dan perlu anda ketahui bahwa mayoritas masyarakat Kota Bekasi hanya 65,6% yang mengakhiri pendidikan sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
image
Kemajuan dan keberhasilan suatu wilayah itu ditunjang pada SDM nya yang mampu mengatasi apa yang perlu diatasi (permasalahan bersama). Kependudukan di Kota Bekasi layaknya hidup di padang Mahsyar (eskatologi Islam). Menunggu hasil yang telah dilakukan dengan pasrah, tanpa berpikir dan tak peduli disekitarnya.
Universitas Negeri hadir hanya sebatas wacana, terlebih banyak universitas yang mencetak pekerja. Kapan kota Bekasi maju dalam bidang pendidikan kalau yang diajarkan bagaimana menghasilkan uang saat ini ?  Entahlah, mungkin pemerintah merasa aman ketika rakyatnya bodoh karena tak ada yang berpikir untuk memikirkan kota yang sedang carut marut, krisis dibidang pemikiran  dan pemerintah dengan nyamannya berbuat semena-mena karena rakyat tak memahami hal itu. ”pendidikan adalah jalan menuju kemakmuran dan tempat berlindung dari kemalangan”.
Yang kedua yaitu sehat, pada bidang ini Kota Bekasi bisa dibilang cukup bagus. Kota Bekasi memiliki 31 Puskesmas yang tersebar diwilayahnya. Selain itu kota Bekasi meluncurkan Kartu Bekasi Sehat (KBS) yang dibagikan kepada warga yang tidak mampu. Selain itu juga ada beberapa rumah sakit besar dikota bekasi seperti Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi  dan Rumah Sakit Mitra Keluarga (kurang lebih ada 28 RSUD/RS) dan angka kematian ibu dan bayi pun sudah menurun.
Ketiga adalah Ikhsan. Banyak aliran, majlis dan forum perkumpulan di kota Bekasi. Agama yang dianut meliputi Islam, Kristen (Katolik dan Protestan), Hindu, Budha.
Agama adalah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan dari kehidupan. Orang memperoleh moralitas, etika, hukum agama atau gaya hidup yang disukai dan setiap agama mengajarkan kebaikan.
Agama yang banyak dianut oleh penduduk kota Bekasi yaitu islam. Islam mengajarkan kedamaian, kepasrahan dan keselamatan untuk seluruh alam. Berbicara terorisme untuk saat ini tak lepas dari  Islam dan fakta mengatakan, kebanyakan dari majlis  atau forum yang mengatas namakan Islam lebih tenar pada kerusuhan dan kekerasannya.
Mungkin dibalik semua itu ada oknum, tapi ini juga tugas pemerintah untuk mencegah kerusuhan dan kekerasaan yang terjadi karena kita mempunyai slogan Ikhsan yang artinya kebaikan atau berbuat baik. Impian setiap manusia untuk berbuat baik karena esensi manusia adalah fitrah, menuju kebaikan.
Jangan sampai ada Habibie selanjutnya. Melihat negerinya tak menguntungkan pergi ke luar negeri, cari keuntungan sebanyak-banyaknya. Kota Bekasi adalah kota patriot, patriot itu pejuang. Ambil dan tanamkan dihati dan pikiran sejarah pejuang-pejuang yang mati di medan pertempuran demi membela negara untuk kemerdekaan dan kemajuan.
“Jika anda mencintai kebenaran  dan sahabat, tapi tidak mendapatkan keduanya bersama-sama, maka pilihlah yang pertama”.
*Penulis adalah Kabid HMI Komfuf, penggiat Pojok Inspirasi Ushuluddin, anggota Ikapmi Ciputat.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Rekonstruksi Penanganan Fakir Miskin di Indonesia: Mengganti “Bantuan” dengan “Kemandirian”

18 Maret 2026 - 13:12 WIB

Kosmetik Ilegal di Etalase Digital: Cantik Sesaat, Rusak Selamanya

10 Maret 2026 - 17:56 WIB

Ekonomi Kita Tumbuh, Tapi Siapa yang Benar-benar Merasakan?

29 Januari 2026 - 08:37 WIB

Ketika Rentenir Lebih Dekat daripada Negara

27 Januari 2026 - 10:43 WIB

Surat Terbuka untuk Presiden Republik Indonesia, Saatnya Tobat Ekologis

1 Januari 2026 - 15:52 WIB

Mengapa Anak Sulit Mengungkapkan Pikiran? Perspektif Neuropsikolinguistik

23 Desember 2025 - 14:36 WIB

Trending di Opini