BEKASIMEDIA.COM – Penyakit kolesterol adalah gejala penyakit yang pada umumnya menyerang orang lanjut usia, padahal perlu kita ketahui kolesterol bepontensi besar menyerang orang yang berusia muda pada tes kesehatan calon petugas kpps 2023 desa cikeas udik hampir 98% pendaftar yang berusia sekitar 19-24 tahun memiliki kolesterol diatas rata-rata 160-200mg\dl. sebenarnya kolesterol bukanlah penyakit yang berbahaya, setiap orang pasti memiliki kolesterol ditubuhnya tergantung kadar kolesterol masing-masing orang.
Terdapat 2 jenis kolesterol didalam tubuh kita, High Density Lipoprotein (Kolesterol baik) dan LDL-Low Density Lipoprotein (Kolesterol jahat), kadar LDL normal adalah kurang dari 100mg\dl sedangkan kadar HDL normal adalah 40mg\dl atau lebih tinggi, semakin tinggi HDL seseorang maka semakin baik tubuhnya, sebaliknya semakin tinggi LDL seseorang semakin beresiko orang tersebut terkena penyakit kolesterol.
Sebenarnya apa sih itu kolesterol ?
menurut dr. Sri Nilawati, SpKO. ir. Diah Krisnatuti, M.S. ir. B. Mahendra, akp. Dan Oei Gin Djing, akp. Dalam buku mereka yang berjudul “care yourself kolesterol” , Kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh manusia, terutama di dalam lever (hati). Kolesterol terbentuk secara alamiah. Dari segi ilmu kimia, kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh dengan bermacam-macam fungsi, antara lain untuk membuat hormon seks, hormon korteks adrenal, vitamin D, dan untuk membuat garam empedu yang membantu usus untuk menyerap lemak. Jadi, bila takarannya pas atau normal, kolesterol adalah lemak yang berperan penting dalam tubuh. Namun, jika terlalu banyak, kolesterol dalam aliran darah justru berbahaya bagi tubuh.
Di dalam buku “care yourself” dijelaskan apabila kolesterol yang masuk ke dalam tubuh lebih dari yang diperlukan maka kadar kolesterol darah akan meningkat melebihi angka normal. Kelebihan kolesterol akan bereaksi dengan zat-zat lain dan mengendap dalam pembuluh darah arteri (atherosclerosis). Keadaan ini pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya arterosklerosis (pemblokiran aliran darah akibat pembekuan lemak yang mengendap dalam pembuluh darah) sehingga mengganggu proses sirkulasi darah ke jantung yang bisa menyebabkan jantung coroner.
Tanda-tanda Kolesterol
Penyakit kolesterol tidak memilki gejala khusus bagi penderitanya hal inilah yang menyebabkan orang tidak mengetahui bahwa mereka memilki kadar kolesterol berlebih pada tubuhnya akan tetapi pada beberapa kasus dapat dijumpai penderita kolesterol cenderung berbadan gemuk tapi tidak jarang orang yang berbadan kurus menderita kolesterol, mudah kelelahan, pegal pada bagian Pundak dan tengkuk, sakit kepala, dan nyeri disekitar dada.
Jika anda telah mengalami beberapa gejala diatas segeralah periksakan diri anda ke rumah sakit atau klinik terdekat.
Penyebab Kolesterol
1. Stres
Stress bisa meningkatkan pengeluaran hormon stres oleh tubuh yang berakibat naiknya tekanan darah. Sehinga mendorong seseorang untuk membentuk kebiasaan merugikan bahkan merusak, seperti minum alkohol berlebihan, merokok, dan makan tidak beraturan. Oleh sebab itu, stres harus dihindari
2. Pola makan yang tidak baik
seringkali mengkomsumsi makanan mengandung banyak lemak jenuh yang tentunya tidak baik untuk kesehatan seperti gorengan, junk food atau makanan cepat saji.
3. Kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan
Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber bahan makanan yang aman bagi tubuh karena tidak memiliki kandungan kolesterol.
4. Obesitas dan kurang aktivitas
Obesitas merupakan suatu keadaan yang menunjukkan adanya kelebihan lemak dalam tubuh secara abnormal. Obesitas dan kurangnya aktivitas merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung coroner.
5. Konsumsi alkohol secara berlebihan
Kebiasaan minum alkohol berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan trigliserida.
Cara Mengatasi Kolesterol
1. Mengurangi konsumsi garam dan lemak, khususnya lemak jenuh yang bersumber dari bahan-bahan hewani.
2. Melakukan olahraga dan latihan jasmani secara teratur dengan kualitas dan kuantitas yang terkontrol.
3. Membiasakan hidup semangat dan dinamis.
4. Hentikan kebiasaan merokok.
5. Menjaga berat badan agar tetap stabil dan menghindari obesitas.
6. Jauhi dan hindari stres.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, segeralah melakukan tes kolesterol sebelum terlambat, pastikan diri anda dan keluarga terhindar dari kolesterol. (Desi Fitriani/Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)











