BEKASIMEDIA.COM – Jamkesnews, Menerapkan pola hidup yang sehat tentu sangat penting untuk dilakukan. Terlebih setelah melewati masa pandemi dimana terjadi penyesuaian dengan tidak adanya lagi pembatasan aktivitas setelah melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tidak hanya berfokus pada menjaga pola dan asupan makan saja tapi kita juga memerlukan olahraga rutin. Walaupun pola hidup, makan, dan olahraga selalu dimaintenance, mempunyai asuransi kesehatan juga menjadi kewajiban.
Azmi Lutfiana (29) adalah seorang pelatih olahraga Pound Fit merasa memiliki asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan sudah sangat membantu. Azmi yang merupakan istri PNS awalnya terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS Kesehatan karena mendapatkan fasilitas asuransi kesehatan. Sebelum hamil, dia mengakui belum tau manfaat dari program JKN. Namun setelah hamil hingga proses melahirkan, dia merasa sangat terbantu.
”Bagi perempuan jadi merasa lebih less-worry karena ternyata persalinan normal atau pun dengan keluhan tercover. Bahkan ketika harus operasi juga tercover” jelasnya.
Azmi juga menceritakan ketika anaknya yang saat itu berusia satu tahun terkena demam berdarah dan diharuskan untuk opname beberapa hari. Saat itu, nama anaknya belum terupdate di kepesertaan BPJS Kesehatan dan belum ikut tercantum dalam daftar keluarganya. Karena khawatir jika proses pengaktifan kepesertaan akan lama, dia sempat tidak mempermasalahkan jika harus membayar mandiri.
”Sewaktu aku tanya ke pihak rumah sakit, ternyata bisa menunggu 3×24 jam untuk proses penanggungan dengan BPJS Kesehatan. Aku juga dibantu oleh staf BPJS Kesehatan dalam mengaktifkan kepesertaan anakku. Ternyata enggak sampai 3 hari selesai. Aku pikir akan ribet untuk urus bolak balik ke kantornya, ternyata ada layanan pengaduannya dan diproses dengan cepat” ungkapnya.
Azmi juga merasakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan dari tingkat pertama hingga rujukan sudah bagus. Pasien program JKN sama sekali tidak dibeda-bedakan dengan pasien umum dan asuransi lain.
”Semua proses dari awal periksa di klinik, kemudian dirujuk ke rumah sakit, hingga kontrol lagi benar-benar enggak ribet, disamaratakan semua dan yang terpenting tidak ada biaya tambahan juga” ujarnya.
Memiliki suami PNS yang mengalami beberapa kali mutasi, Azmi tidak memiliki kendala saat harus berobat sebagai peserta JKN saat pindah dari satu kota ke kota lain. Dalam pengurusannya berpindah faskes tingkat pertama dapat dilakukan dengan mudah melalui Mobile JKN.
Azmi juga bercerita “Saat pulang kampung dan tiba-tiba sakit, aku pikir BPJS-ku cuma bisa di faskes yang sudah aku pilih, tapi ternyata pas aku coba pakai di puskesmas bisa dan enggak ada penolakan. Benar-benar membantu banget walaupun lagi di luar kota.”
Bergabung dalam sebuah komunitas olahraga Pound Fit, Azmi sering bertukar informasi dengan rekan-rekannya terkait masalah kesehatan. Baginya menjaga kesehatan itu tidak hanya dari pola hidup sehat dan olahraga, tetapi setidaknya memiliki satu asuransi kesehatan yang bisa digunakan jika sewaktu-waktu dia atau keluarganya sakit. Azmi juga kerap membagikan pengalamannya sebagai peserta JKN kepada rekan-rekannya.
Dalam mengakhiri perbincangan, Azmi juga menjelaskan kepada tim Jamkesnews bahwa proses pengobatan dan perawatan dengan BPJS Kesehatan itu mudah dan hampir semua tercover. Dia menambahkan,
”Pastikan BPJS-nya aktif, download aplikasi Mobile JKN, Insya Allah enggak akan ada kendala apapun.”
Azmi berharap program ini terus ada dan perlu ditingkatkan lagi perkembangan-perkembangan lain seperti perbaikan layanan antrean pada rumah sakit karena pasien JKN biasanya lebih banyak daripada pasien umum ataupun asuransi lain.(*)











