BEKASIMEDIA.COM, Jamkesnews – Sembilan tahun sudah BPJS Kesehatan hadir untuk masyarakat Indonesia. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini merupakan program kesehatan terbesar di dunia ini dianggap mampu meningkatkan standar kesehatan dan meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia.
Seperti halnya Fajar Nugroho (34), seorang pegawai BUMN yang bekerja di sekitaran Ibukota ini sangat paham akan pentingnya menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Saat ini dirinya telah terdaftar sebagai peserta dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU) yang dijamin oleh perusahaan. Di sela kesibukannya Fajar menyempatkan diri untuk bercerita dan berbagi pengalaman kepada Tim Jamkesnews pada Jumat (1/12).
“Saya adalah peserta program JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), sebenarnya saya dan keluarga senang telah terdaftar tapi kalau bisa jangan sampai digunakan ya, harapannya semoga saya dan keluarga selalu diberikan kesehatan. Punya jaminan program JKN hanya untuk jaga-jaga sebagai proteksi diri,” ujar Fajar.
Selain sudah terdaftar sebagai peserta, Fajar juga terus mengikuti perkembangan dari pelaksanaan program JKN, termasuk inovasi-inovasi yang telah dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Salah satu inovasi yang luar biasa menurutnya ialah aplikasi Mobile JKN yang saat ini menjadi salah satu ikon dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan menggunakan aplikasi mobile JKN peserta dapat memanfaatkan berbagai fitur yang ada, mulai dari cek status kepesertaan, perubahan fasilitas kesehatan, kartu digital, pendaftaran pelayanan (antrean online) di fasilitas kesehatan, ketersediaan kamar hingga jadwal operasi pun sudah bisa dilihat di aplikasi mobile JKN.
“Menurut saya aplikasi mobile JKN ini sangat berguna sekali, saya download sudah lama, awalnya sempat penasaran dengan fitur-fitur yang ada, jadi saya coba melihat semua fiturnya. Ternyata semua fitur tersebut memberikan banyak kemudahan, seperti cek status kepesertaan, rubah faskes, kartu digital, bisa melakukan pendaftaran di fasilitas kesehatan secara online, bahkan bisa cek ketersediaan kamar juga di rumah sakit. Luar biasa sekali, benar seperti mottonya semua dalam genggaman karena semua kebutuhan administrasi semua ada didalamnya. Aplikasi ini kalau menurut saya bisa dibilang sebagai ikonnya program JKN,” jelasnya.
Fajar mengatakan bahwa dengan menggunakan aplikasi mobile JKN semua kebutuhan peserta dapat terselesaikan dalam waktu singkat tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan. Menurutnya pengembangan aplikasi mobile JKN merupakan wujud nyata dari komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan akses dan pelayanan yang optimal bagi peserta. Melalui aplikasi ini, peserta dapat mengakses beragam informasi terkait program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan secara cepat dan mudah, dimanapun dan kapanpun. Diakhir perbincangan, Fajar mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan berharap BPJS Kesehatan dapat terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada pesertanya.
“Jujur saya sangat senang dengan adanya aplikasi mobile JKN ini. Aplikasi yang menurut saya dapat diandalkan oleh peserta program JKN. Dengan begini, apabila peserta memerlukan pelayanan administasi tinggal klik fitur yang ada pada aplikasi mobile JKN semua akan terselesaikan dengan cepat dan tidak harus pergi ke Kantor BPJS Kesehatan atau ke fasilitas kesehatan hanya untuk sekedar mengambil nomor antrian, jadi bisa di lakukan dimana saja dan kapan saja saat membutuhkan pelayanan,” katanya.
“Menurut saya aplikasi mobile JKN ini merupakan wujud nyata dari komitmen BPJS Kesehatan untuk memberikan kemudahan akses dan pelayanan kepada peserta. Harapan saya untuk BPJS Kesehatan dan Program JKN ini adalah semoga pelayanannya lebih baik lagi, lebih banyak inovasinya,” pungkasnya. (VM/dw)











